Anggaran Subsidi Energi Naik Jadi Rp272,9 Triliun di RAPBN 2027, ESDM Ungkap Penyebabnya
Erani menjelaskan, kuota penyaluran energi bersubsidi turut memengaruhi besar kecilnya anggaran. Karena itu, angka subsidi energi yang tercantum dalam RAPBN 2027 masih dapat berubah.
"Jadi nanti kalau sudah betul-betul diketok pada bulan September atau Oktober kita bisa ini ya. Kan kalau soal subsidi itu kan tergantung dari kuotanya nanti, tergantung dengan harga minyak internasional, ICP-nya, ada beberapa variabel lain yang itu bisa mempengaruhi besar kecilnya atau bertambah berkurangnya subsidi," ucapnya.
Dalam RAPBN 2027, subsidi energi dialokasikan untuk tiga komoditas utama, yakni bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kilogram (kg), dan listrik.
Rinciannya, pemerintah mengalokasikan subsidi BBM sebesar Rp28,7 triliun, subsidi LPG 3 kg sebesar Rp114,1 triliun, serta subsidi listrik sebesar Rp130,1 triliun.
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2027, total subsidi energi direncanakan mencapai Rp272.945,3 miliar atau Rp272,9 triliun. Angka tersebut meningkat 20,1 persen dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp227.258,1 miliar.