Bacakan Vonis Romy, Hakim Pengadilan Tipikor Sebut Lukman Hakim Terima Rp70 Juta

Riezky Maulana ยท Senin, 20 Januari 2020 - 22:38 WIB
Bacakan Vonis Romy, Hakim Pengadilan Tipikor Sebut Lukman Hakim Terima Rp70 Juta

Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Pengadilan Tipikor, Jakarta membacakan vonis terhadap mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Senin (20/1/2020). Pria yang biasa disapa Romy itu divonis 2 tahun penjara terkait kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Dalam persidangan, hakim sempat menyebut mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin terkait penerimaan dana melalui ajudannya, Herry Purwanto. Uang diterima Lukman Hakim dalam dua tahap, yaitu (1/3/2019) sebesar Rp50 juta dan kembali menerima Rp20 juta (9/3/2019).

"Terdakwa menerima Rp255 juta dan Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp70 juta," ujar Hakim Rianto dalam pembacaan pertimbangan majelis hakim di Pengadilan Tipikor, Senin (20/1/2020).

Hakim menyebut Romy dan Lukman secara bersama-sama membantu meloloskan Haris sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Timur. Keduanya disebut mengintervensi proses pengisian jabatan di Kemenag karena memiliki kedekatan hubungan.

"Mengingat Menteri Lukman Hakim Saifuddin adalah kader PPP yang mempunyai kedekatan khusus dengan terdakwa," ucapnya.

Padahal, Haris terganjal syarat masuk menjadi calon Kakanwil Kemenag Jawa Timur karena pada 2016 pernah dijatuhi sanksi disiplin penundaan kenaikan pangkat 1 tahun. Haris disebut meminta bantuan Romy dan Lukman Hakim agar lolos menjadi Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Romy kemudian disebut memerintahkan Lukman Hakim agar Haris tetap lolos seleksi. Selanjutnya, Lukman memerintahkan Ahmadi selaku panitia pelaksana seleksi untuk menambahkan dua peserta, salah satunya Haris.

BACA JUGA:

Romy Divonis 2 Tahun Penjara Kasus Jual Beli Jabatan di Kemenag

Romy Jalani Sidang Vonis, Pengacara Berharap Bebas

Kemudian, Lukman Hakim disebut memerintahkan staf khususnya yang bernama Gugus Joko Waskito untuk menanyakan kepada Romy terkait dengan penentuan Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

"Terdakwa menyampaikan kepada Lukman Hakim agar tetap mengangkat Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur apa pun risikonya. Arahan itu disetujui Lukman Hakim," katanya.

Menurutnya, Romy dan Lukman mengetahui yang dilakukan melanggar aturan, namun keduanya tetap memaksakan kehendak untuk meloloskan Haris.

"Terdakwa dan Lukman Hakim mengetahui dan menghendaki dilakukan perbuatan dan masing-masing mereka menyadari perbuatan itu dilarang tetapi mereka tetap melakukan perbuatan tersebut, saling membagi peran satu dan lainnya sehingga mewujudkan sempurnanya delik," katanya.

Editor : Kurnia Illahi