Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?
Advertisement . Scroll to see content

Bauran Kebijakan Melawan Dampak Covid-19

Senin, 06 April 2020 - 20:15:00 WIB
Bauran Kebijakan Melawan Dampak Covid-19
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Wahyu Ario Pratomo.
Advertisement . Scroll to see content

Guna menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia, relaksasi kebijakan Bank Indonesia diikuti dengan kebijakan stimulus pemerintah. Adanya koordinasi kebijakan yang diambil Bank Indonesia dan pemerintah diharapkan mampu mengurangi dampak virus corona. Pemerintah merilis stimulus ekonomi jilid I di bidang pariwisata dengan memberikan diskon tiket penerbangan domestik dan pembebasan pajak restoran serta hotel di 10 destinasi utama pariwisata nasional. Stimulus juga memasukkan insentif berupa diskon tiket untuk penerbangan internasional.

Tidak cukup dengan satu paket stimulus, pemerintah kembali melanjutkan dengan stimulus ekonomi jilid II yang berisi kebijakan fiskal dan nonfiskal, utamanya untuk menopang aktivitas industri. Termasuk dalam paket stimulus fiskal yakni pembebasan pajak penghasilan (PPh) 21 untuk pekerja, penundaan pengenaan PPh Pasal 22 Impor, dan pengurangan PPh Pasal 25 Badan sebesar 30%.

Bauran kebijakan moneter dan fiskal diharapkan mampu membuat pelaku pasar lebih tenang, sehingga tekanan ke pasar keuangan, pasar modal dan sektor riil bisa berkurang atau mereda. Investasi portofolio dan investasi langsung diharapkan membaik sehingga IHSG di BEI dan rupiah bisa kembali menguat karena kepercayaan pasar membaik.

Sayangnya, bauran kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia dan Pemerintah kurang begitu mendapat respon positip oleh pasar. Pandemi corona bahkan semakin membuat kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 34,83% (year to date) pada posisi 20 Maret 2020. Sebagian besar manajer investasi dan perencana keuangan lebih mengambil sikap lebih konservatif. Investor agresif maupun konservatif lebih memilih untuk memperbesar jumlah kas.

Aksi jual saham dan Surat Berharga Nasional (SBN) berlanjut sehingga meningkatkan permintaan dollar Amerika Serikat yang membuat posisi nilai tukar Rupiah terus mengalami pelemahan hingga menembus Rp16.273 per dolar Amerika Serikat (20 Maret 2020). Berita penyebaran virus Corona yang semakin meluas hingga 166 negara dengan korban yang terpapar hingga lebih dari 275.000 jiwa ditambah kebijakan banyak negara yang mengunci negaranya (lockdown), membuat pasar belum yakin akan kondisi perekonomian yang lebih baik.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut