BEI Klaim Reformasi Pasar Saham Didukung Investor Global, MSCI Masih Minta Bukti
“Penghapusan floor price dan penerapan short selling merupakan langkah yang baik dan mendapat dukungan,” ucapnya.
Meski demikian, pengumuman MSCI menjadi sorotan di tengah penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Iding mengakui pengumuman tersebut dapat dipandang sebagai salah satu pemicu tekanan pasar, meskipun pergerakan indeks dipengaruhi berbagai faktor.
“Kalau bicara IHSG, banyak faktor yang memengaruhi. Namun, pengumuman itu bisa disebut sebagai pemicu penurunan pasar yang cukup tajam,” tuturnya.
BEI selanjutnya akan meminta klarifikasi kepada MSCI untuk memahami lebih terperinci perhatian investor global terhadap pasar saham Indonesia. Langkah ini diharapkan membantu bursa mengevaluasi reformasi yang telah berjalan sekaligus memperkuat aspek yang masih membutuhkan pembuktian.
Dalam pengumuman resminya, MSCI menyoroti sejumlah persoalan yang memengaruhi kelayakan investasi (investability) di pasar saham Indonesia. Perhatian tersebut antara lain mencakup transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi, serta belum terlihatnya bukti yang dinilai memadai mengenai dampak berkelanjutan dari reformasi yang telah diumumkan.
MSCI juga menyatakan akan mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan terkait indeks saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Kebijakan itu mencakup tidak diterapkannya kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham, penambahan saham ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), serta perpindahan saham ke segmen indeks dengan ukuran kapitalisasi lebih tinggi.
Editor: Aditya Pratama