Beredar Isu KPK Dihalangi saat Akan Geledah Kantor PDIP, Ini Kata Djarot Saiful Hidayat

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 09 Januari 2020 - 13:54 WIB
Beredar Isu KPK Dihalangi saat Akan Geledah Kantor PDIP, Ini Kata Djarot Saiful Hidayat

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Djarot Syaiful Hidayat di kawasan Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/1/2020). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat meluruskan isu yang menyebutkan partainya menghalang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat akan menggeledah Kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Penggeledahan itu merupakan pengembangan usai OTT terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kita tidak menolak, kita menghormati semua proses hukum. Partai tidak akan mengintervensi. Jadi silakan saja, asalkan betul-betul resmi," katanya di kawasan Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

BACA JUGA: Usai OTT Komisioner KPU, KPK Periksa Delapan Orang

Djarot mengklaim informasi yang diterimanya KPK datang tanpa surat dan bukti-bukti yang kuat untuk menggeledah Kantor DPP PDI Perjuangan. "Enggak, informasi yang saya terima bahwa yang bersangkutan tidak ada bukti-bukti yang kuat, surat terus dan sebagainya," ujarnya.

PDI Perjuangan, menurut dia, mendukung kerja lembaga antirasuah tersebut dalam memberantas korupsi. Namun, dia mengharapkan penegakan hukum dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme yang benar.

"Kalau kita partai sih tetap sangat mendukung proses pendekatan hukum ini dan kemudian tidak akan melakukan intervensi siapa pun yang bersalah akan diberikan sanksi tegas oknum-oknum dan itu tidak mewakili partai individu-individu itu anggota entah kader pasti kita akan kasih sanksi yang tegas," tuturnya.

KPK pada Rabu, 8 Januari 2020 melakukan OTT yang di dalam ikut terjaring komisioner KPU Pusat berinisial WS. OTT tersebut terkait kasus dugaan suap.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, hingga pagi hari ini, lembaganya total sudah memeriksa delapan orang. "Saat ini sudah ada 8 orang yang diperiksa. Tim Lidik masih bekerja," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Satu dari delapan orang yang sedang diperiksa tersebut, yaitu komisioner KPU WS. WS diamankan tim penindakan KPK bersama sejumlah pihak lainnya pada Rabu kemarin.

Belum diketahui siapa saja yang diperiksa selain WS. Begitu juga dengan dugaan korupsi. KPK hanya memastikan OTT kali ini berhubungan dengan tindak pidana suap.

KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. KPK akan menggelar konferensi pers terkait OTT Komisioner KPU tersebut pada siang nanti.

"Siang nanti KPK menentukan sikap status terhadap para terperiksa," ujar Ali Fikri.


Editor : Djibril Muhammad