BGN Temukan 950 Dapur MBG Terindikasi Tak Higienis, Ancam Tutup Permanen
"Sekarang kami by system, jadi suspend itu kami bagi tiga, (kasus) ringan 10 hari, sedang 20 hari, dan berat 30 hari, di mana yang korbannya banyak bisa di-suspend lebih panjang atau dipertimbangkan permanen," ucap Sudaryono.
Sanksi tersebut berlaku untuk berbagai pelanggaran, termasuk kasus fatal seperti keracunan massal maupun kejadian menonjol lainnya. Melalui sistem klasifikasi tersebut, BGN ingin memastikan penanganan terhadap dapur yang bermasalah dilakukan berdasarkan tingkat pelanggarannya.
Dengan mekanisme penangguhan yang telah ditetapkan, BGN juga berharap tidak ada ruang untuk tawar-menawar atau negosiasi yang tidak semestinya antara petugas pengawas dan pengelola dapur yang melakukan pelanggaran.
Berdasarkan data BGN, kasus keracunan penerima manfaat MBG paling banyak tercatat pada Oktober 2025. Saat itu, jumlah penerima manfaat yang mengalami keracunan mencapai 7.061 orang.
Memasuki 2026, kasus keracunan MBG kembali terjadi dalam jumlah besar. Pada April 2026, tercatat sebanyak 5.788 orang mengalami keracunan. Jumlah penerima manfaat yang mengalami keracunan juga masih mencapai ribuan orang hingga akhir Juli 2026.
Editor: Aditya Pratama