Biografi Sutan Syahrir, Si Kancil yang Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia
Sehari setelah itu, Soedarsono menyerang penjara tersebut dan berhasil membebaskan pimpinan aksi penculikan Sutan Syahrir. Peristiwa tersebut kemudian dianggap sebagai kudeta pertama bagi Republik Indonesia yang mengalami kegagalan. Pada 2 Oktober 1946, Sutan Syahrir kembali menjadi perdana menteri kemudian melanjutkan Perundingan Linggarjati pada 15 November 1946.
Sutan Syahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) pada 1948 dengan ajaran dari Marx-Engels yang menjunjung tinggi derajat manusia.
Pada 1951, Syahrir menikahi Wahyunah dan dikaruniai dua anak bernama Kriya Arsyah Sjahrir dan Siti Rabyah Parvati Sjahrir.
Tahun 1955, PSI kalah dalam pemilihan umum pertama di Indonesia. Setelah kasus PRRI tahun 1958, hubungan Sutan Syahrir dan Presiden Soekarno memburuk sampai akhirnya PSI dibubarkan pada 1960.
Kemudian pada 1962 hingga 1965, Syahrir ditangkap dan dipenjarakan sampai menderita stroke. Dia diizinkan untuk berobat ke Zurich, Swiss. Sutan Syahrir meninggal di Zurich pada 9 April 1966 di usia 57 tahun. Meski meninggal dalam pengasingan, Syahrir dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
Editor: Anton Suhartono