BMKG Sebut Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Bantu Urai Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Membaik
Teknik tersebut menjadi salah satu alternatif ketika kondisi atmosfer cenderung kering dan jumlah awan potensial untuk disemai terbatas.
Seto menyebut, BMKG mengevaluasi dampak penyemaian dry ice melalui sejumlah parameter, terutama peningkatan jarak pandang (visibility) dan penurunan konsentrasi partikel polutan PM2.5 di udara. Kedua indikator tersebut digunakan untuk memantau perubahan kondisi atmosfer dan kualitas udara di wilayah terdampak.
“Dalam beberapa hari pelaksanaan, intervensi dry ice menunjukkan indikasi dampak yang cukup baik. Jarak pandang di wilayah terdampak berangsur membaik, seperti yang sempat terjadi di Palembang beberapa hari lalu. Kondisi ini penting untuk mendukung operasional armada udara satuan tugas (satgas), termasuk helikopter water bombing dan pesawat patroli, sekaligus membantu aktivitas penerbangan sipil kembali berjalan lebih normal sesuai kondisi keselamatan penerbangan,” kata dia.
Perbaikan jarak pandang dinilai penting untuk mendukung pemadaman karhutla melalui udara, termasuk operasi helikopter water bombing dan patroli. Meski demikian, BMKG masih memerlukan pemantauan serta analisis data berkelanjutan untuk menilai dampak penyemaian dry ice terhadap kondisi atmosfer dan kualitas udara.
BMKG menegaskan, penyemaian dry ice melalui OMC bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi karhutla. Upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan pemadaman di darat, patroli, penegakan hukum, serta keterlibatan masyarakat dalam mencegah dan menangani kebakaran.
Dalam pelaksanaannya, BMKG menyusun strategi intervensi atmosfer berdasarkan analisis meteorologi dan kondisi lapangan. TNI dan Kementerian Pertahanan mendukung pengerahan armada penerbangan, BNPB mengoordinasikan dukungan penanggulangan bencana, Kementerian Kehutanan mendukung penanganan karhutla di darat, sedangkan BRIN berkontribusi melalui riset dan kajian ilmiah.
“OMC bukan satu-satunya upaya untuk menanggulangi karhutla. Pemadaman di darat, patroli, penegakan hukum, serta gerakan sukarela masyarakat dan NGO juga memegang peranan penting. Semua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu mengakhiri karhutla secepat mungkin. Karena itu, setiap upaya harus berjalan selaras, saling mendukung, dan berkesinambungan,” ucapnya.
Editor: Aditya Pratama