Bos BEI Heran MSCI Mau Turunkan Status Pasar Modal RI, Singgung Upaya Transformasi
"Pengumuman yang disampaikan pada Jumat subuh itu memang tidak diperkirakan oleh banyak pihak. Jadi, jika muncul pertanyaan mengapa pengumuman tersebut dikeluarkan setelah berbagai perkembangan yang sebelumnya mendapat respons positif, kami juga memiliki pertanyaan yang sama," tuturnya.
Pengumuman tersebut turut memicu kekhawatiran di pasar dan diikuti aksi jual saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami koreksi sekitar 11,57 persen, berdasarkan data dalam bahan yang disampaikan.
Jeffrey menegaskan, BEI bersama OJK dan seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus berkomunikasi dengan MSCI untuk mendapatkan penjelasan lebih terperinci. Mereka juga akan menyampaikan perkembangan reformasi yang telah dilakukan untuk memperkuat integritas pasar modal Indonesia.
Dia memastikan agenda transformasi tetap berjalan meski MSCI berencana meninjau kembali klasifikasi pasar modal Indonesia. Upaya tersebut mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, kualitas keterbukaan informasi, serta tata kelola pasar modal.
"Akan ada upaya-upaya berkelanjutan untuk meningkatkan transparansi, kredibilitas, dan tata kelola pasar modal kita. Progres yang telah dicapai sejauh ini sudah mendapatkan apresiasi dari banyak pihak," tuturnya.
BEI menjadwalkan pertemuan daring dengan MSCI pada Senin (19/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, BEI akan meminta penjelasan mengenai pertimbangan di balik rencana penurunan klasifikasi Indonesia menjadi standalone market.
BEI juga akan membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk menjawab perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Hasil pembahasan diharapkan menjadi dasar bagi regulator dan otoritas bursa untuk menentukan tindak lanjut reformasi yang diperlukan.
Editor: Aditya Pratama