Bupati Kudus Dua Kali Terjerat Korupsi, KPK Sampaikan Pesan ke Parpol dan Rakyat

Ilma De Sabrini ยท Minggu, 28 Juli 2019 - 04:13 WIB
Bupati Kudus Dua Kali Terjerat Korupsi, KPK Sampaikan Pesan ke Parpol dan Rakyat

Bupati Kudus Muhammad Tamzil tersangka kasus dugaan suap jual-beli jabatan di Pemkab Kudus. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Bupati Kudus Muhammad Tamzil menjadi tersangka kasus dugaan suap jual-beli jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Untuk kasus korupsi, ini merupakan yang kedua bagi Tamzil.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rekam jejak politisi yang akan dipilih sebagai kepala daerah.

"Masyarakat penting untuk mencari tahu rekam jejak siapa yang akan dipilih untuk memimpin," kata Basaria saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/7/2019).

Basaria menjelaskan, orang yang sudah melakukan tindak pidana korupsi, terlebih sudah pernah dipidana dan melakukan korupsi lagi, maka tidak memiliki efek jera. Sehingga, masyarakat betul-betul harus mencermati rekam jejak calon pemimpinnya.

"Rekam jejak ini penting karena kalau sudah pernah melakukan korupsi ini tidak ada efek jera. Jadi teliti lagi memilih calon pemimpin," ujarnya.

Basaria juga mengingatkan partai politik (parpol) untuk tidak mengusung calon kepala daerah yang pernah melakukan tindak pidana korupsi. Untuk diketahui pada Pilkada 2018 lalu, Tamzil diusung Partai Hanura, PPP, dan PKB.

"Kami harap parpol tidak mendukung orang yang pernah melakukan tindak pidana korupsi. Bagaimana kita dipimpin oleh pejabat yang jabatannya dibeli dengan uang? Kasus jual-beli jabatan tidak boleh dilakukan karena merugikan masyarakat," tuturnya.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil. (Foto: Antara)

Untuk diketahui, setelah menjabat bupati Kudus pada 2003-2008, Tamzil diperiksa kejaksaan atas dugaan kasus korupsi. Dalam perjalanannya, dia dihukum 1 tahun 10 bulan (22 bulan) penjara.

Tamzil dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat dalam kasus korupsi pengadaan sarana prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun 2004 dengan anggaran Rp21.848.079.500.

Kali ini Tamzil terjerat kasus korupsi jual-beli jabatan di Pemkab Kudus. Dia diduga menerima uang Rp170 juta dari Akhmad Sofyan selaku pelaksana tugas (plt) sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Kabupaten Kudus.

Duit Rp170 juta itu diduga sebagai uang suap untuk Tamzil agar Akhmad Sofyan dan istrinya dapat menduduki jabatan tinggi di Pemkab Kudus.

Atas perbuatannya Tamzil disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) junctoPasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Editor : Djibril Muhammad