Buru Komunis di Rimba Kalimantan, Hendropriyono Lolos dari Maut meski Dikepung Musuh
Tampaknya mereka merencanakan untuk menyerang Posko Tim Parako yang dipimpinnya. Menyadari hal itu, Hendropriyono kemudian menghubungi Komandan Satgas 42 Mayor Sintong Panjaitan minta angkutan helicopter untuk pengunduran.
Bahkan kalau perlu, dia akan masuk ke Malaysia kemudian kembali ke Kampung Aruk dengan membawa pasukan Malaysia. Namun permintaan itu ditolak Sintong.
“Kamu kan bisa keluar dari situ,” kata Sintong.
“Tidak bisa Pak. Pengunduran harus dengan helikopter. Saya terkepung,” jawab Hendropriyono.
“Pelurumu ada berapa?” Tanya Sintong.
“Masih penuh Pak,” jawabnya
“Makanan buat berapa hari?” sambung Sintong.
“Masih ada Pak untuk dua hari,” jawab Hendropriyono.
“Cukup itu,” kata Sintong dengan tegas.