Buru Komunis di Rimba Kalimantan, Hendropriyono Lolos dari Maut meski Dikepung Musuh
Mendapat jawaban itu, Komandan Tim Parako Hendropriyono kemudian mengirimkan partroli ke utara, tetapi terjadi kontak senjata. Patroli ke barat juga terjadi kontak senjata.
Patroli ke timur menemukan jejak-jejak kaki. Kemudian Hendropriyono memanggil perwira bawahan dan menyampaikan sesuatu.
“Kesimpulan saya kita terkepung, kita harus bisa keluar dari sini,” ucap Hendropriyono.
Hendropriyono kemudian memanggil para perwira yang menjadi komandan patroli untuk memperoleh perkiraan-perkiraan jumlah kekuatan musuh. Ternyata kepungan gerombolan yang paling tipis untuk ditembus adalah ke selatan menuju bivak karena hanya terlihat empat orang musuh.
Hendropriyono kemudian memutuskan untuk menerobos ke selatan. Tetapi sampai ke lereng bukti, mereka tidak menemukan gerombolan. Hendropriyono tidak mau turun ke lembah karena sudah sore. Diperkirakan kalau tim yang dipimpin bermalam di lembah, pagi-pagi akan ditembaki habis dari ketinggian.
Hendropriyono melaporkan posisinya, kemudian mendapat perintah dari Sintong agar pasukan terus mendaki menuju puncak bukit. Pada waktu pasukan sedang mendaki terjadi pertempuran. Hasilnya cukup menggembirakan, dua orang gerombolan tewas, tiga orang menyerah dan lainnya melarikan diri.