Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bonatua Silalahi Dicecar 27 Pertanyaan usai Diperiksa Kasus Ijazah Jokowi
Advertisement . Scroll to see content

Cerita di Balik Pembebasan Ba'asyir, Negosiasi Yusril Sempat Ditolak

Minggu, 20 Januari 2019 - 04:04:00 WIB
Cerita di Balik Pembebasan Ba'asyir, Negosiasi Yusril Sempat Ditolak
Kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). (Foto: Antara/Yulius Sastra Wijaya).
Advertisement . Scroll to see content

Mendengar ucapan itu, Yusril pun masih terus mencoba meyakinkan jika tak ada yang salah dengan Pancasila. Menurutnya, Pancasila masih beririsan dengan falsafah Islam. Akan tetapi, pernyataan Yusril langsung disanggah. "Lalu, kenapa enggak Islam aja?," ucap Ba'asyir, menyergah.

Melihat sikap itu, Yusril enggan memperdebatkan lebih lanjut. "Saya paham jalan pikiran beliau, dan enggak mau berdebat dengan beliau. Saya cuma ketawa aja," tutur mantan Menteri Sekretaris Negara ini.

Dari pertemuan tersebut, Yusril melaporkan kepada Presiden Jokowi. Ini terjadi pada Rabu (16/1/2019) atau sehari jelang debat perdana capres dan cawapres. Yusril bertemu Jokowi di Djakarta Theater saat capres petahana itu melakukan simulasi debat.

Dalam percakapannya dengan Jokowi, Yusril menyampaikan sejumlah hal, mulai kondisi Ba'asyir yang sakit-sakitan hingga penolakannya terhadap persyaratan bebas bersyarat. Jokowi, kata Yusril, merasa prihatin.

"Kemudian Pak Jokowi bilang tidak tega kalau ada ulama lama-lama di dalam penjara. Apalagi Ba'asyir ini dipenjara bukan di zamannya dan itu di zaman sebelumnya," kata Yusril.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut