Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengejutkan, dr Tirta Umumkan Hiatus dari Threads dan X
Advertisement . Scroll to see content

Covid-19: Pandemi Media Sosial

Selasa, 24 Maret 2020 - 14:45:00 WIB
Covid-19: Pandemi Media Sosial
WHO menetapkan wabah virus corona atau Covid-19 sebagai pandemi global. (Foto: AFP).
Advertisement . Scroll to see content

Paul Hunter, seorang profesor UEA mengemukakan "ketika berbicara tentang Covid-19, ada banyak spekulasi, informasi yang salah dan berita palsu yang beredar di internet - tentang bagaimana virus itu berasal, apa yang menyebabkannya dan bagaimana penyebarannya, informasi yang salah berarti bahwa saran buruk dapat beredar dengan sangat cepat - dan itu dapat mengubah perilaku manusia untuk mengambil risiko yang lebih besar”.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Michael McCauley, Sara Minsky & Kasisomayajula Viswanath, 2013 menunjukkan bahwa terlalu banyak informasi, tidak seimbang atau disaring, berbahaya dan mengaburkan keputusan terkait kesehatan yang baik. Selanjutnya hasil studi menunjukkan bahwa cakupan peliputan Covid-19 lebih masif dibanding Ebola.

Tingginya intensitas peliputan Covid-19 ini lantaran perjangkitannya yang cepat dan memakan banyak korban. Per 21 Februari 2020 kasus perjangkitan Covid-19 hanya terdapat di 29 negara. Namun dalam jangka waktu seminggu, penyakit ini telah menyebar ke 61 negara. Total kasus lebih dari 100.000 dan kematian lebih dari 3000, melampaui angka kematian akibat SARS.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut ini pertempuran melawan "troll and conspiracy theories". Menurut Tedros, informasi yang salah menyebabkan kebingungan dan menyebarkan ketakutan sehingga menghambat respons terhadap wabah. "Misinformation about the corona virus is perhaps the most contagious thing about it,".

Hasil penelitian Hunter menunjukkan bahwa memperhitungkan bagaimana rendahnya kepercayaan publik pada pihak berwenang terkait dengan kecenderungan untuk percaya teori konspirasi, dan bagaimana orang berinteraksi dalam gelembung informasi online.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut