Demokrat Kubu Moeldoko: Bandingkan Pak Jokowi dengan AHY Itu Bagai Langit dan Sumur

Rakhmatulloh ยท Jumat, 09 April 2021 - 05:19:00 WIB
Demokrat Kubu Moeldoko: Bandingkan Pak Jokowi dengan AHY Itu Bagai Langit dan Sumur
Kisruh Partai Demokrat. (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat (PD) Pimpinan Moeldoko, Saiful Huda Ems mengaku heran dengan pernyataan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat kubu Cikeas, Andi Nurpati. Pernyataan itu menyebutkan 'politik tidak memandang mayor dan jenderal' lantas membandingkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Joko Widodo.

Menurut Saiful, meski bukan jenderal, Jokowi bisa menjadi wali kota, gubernur hingga kemudian Presiden. 

"Ini jauh banget membandingkannya, seperti langit dan sumur," ujar pria yang akrab disapa SHE tersebut, Jumat (9/4/2021).

Dia menuturkan, Jokowi sejak kecil ditempa dengan kehidupan yang sulit dan keras. Pernah berpindah-pindah tempat tinggal karena rumah orang tuanya digusur. Dan yang terutama lagi, Jokowi sebelum sukses di karier politik, lahir dari keluarga sederhana, yang selalu menyelesaikan persoalannya dengan usaha sendiri. 

"Untuk menjadi Presiden, Pak Jokowi juga memulainya dari bawah, dari tukang kayu sampai jadi pengusaha, lalu jadi wali kota, jadi gubernur hingga jadi Presiden," katanya.

Sementara kalau di Militer itu, pangkatnya Jokowi  sudah selesai dari bintang empat mengingat prosesnya untuk menjadi pemimpin yang ditempuh sangat panjang dan lama. Jokowi disebutnya sudah terbiasa merasakan pahit getirnya hidup hingga jiwa leadershipnya tumbuh mendewasa dan matang. 

"Pun demikian dengan Pak Moeldoko yang sudah pernah menjadi Pangdam, KASAD, Panglima TNI hingga jadi Kepala Kantor Staf Presiden dan kemudian menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Demikian pula dengan jenjang karier akademis Pak Moeldoko hingga beliau lulus dan menjadi doktor," ucap SHE.

Berbeda jauh dengan AHY yang baru berpangkat Mayor, tapi sudah lari duluan demi mengejar jabatan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. tragisnya gagal lagi jadi Gubernur DKI Jakarta.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2