DPR dan Menteri PPPA Bahas Maraknya Kasus Perundungan, Pencegahan Kekerasan Anak Diperkuat
Legislator Partai Golkar tersebut menekankan, upaya pencegahan kekerasan terhadap anak tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya dibebankan kepada satu kementerian maupun lembaga. Dia mendorong kampanye menyeluruh yang melibatkan lintas kementerian, parlemen, hingga aparatur pemerintah daerah.
"Kita mendorong anak-anak kita ini supaya ke depan bukan hanya cerdas otaknya, tetapi juga cerdas moral dan mentalnya, punya akhlak yang baik, budi pekerti yang baik, dan spiritual question-nya juga cukup baik. Ini yang harus kita dorong untuk bisa salah satu mencegah terjadinya kekerasan pada siapa pun, termasuk terhadap anak," ucapnya.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi dukungan dari DPR. Dia menegaskan, Kementerian PPPA tidak ingin hanya berperan sebagai "pemadam kebakaran" yang sibuk menangani kasus setelah kekerasan terjadi.
"Kami, khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tidak ingin hanya menjadi pemadam kebakaran. Setiap kasus kami selesaikan, setiap kasus kami selesaikan. Seberapa banyak energi kami untuk bisa menyelesaikan semua kasus," kata Arifah.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak akan memperkuat Ruang Bersama Indonesia. Wadah ini akan menjadi ruang kolaborasi multisektoral yang mengutamakan partisipasi masyarakat hingga tingkat paling bawah, yakni desa atau kelurahan.
"Jadi bukan hanya duduk bersama, tapi setelah ini kita akan melakukan pemetaan dan langkah-langkah yang akan kita lakukan seperti apa," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama