DPR: Polri Harus Usut Kebocoran Data Pengguna Tokopedia

Felldy Utama · Senin, 04 Mei 2020 - 19:26 WIB
DPR: Polri Harus Usut Kebocoran Data Pengguna Tokopedia

Anggota Komisi I DPR dari FPAN Farah Putri Nahlia (Foto: DPR).

JAKARTA, iNews.id - DPR mendesak Polri mengusut kebocoran data pengguna Tokopedia. Kebocoran data ini dianggap membahayakan konsumen.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Farah Putri Nahlia mengatakan, bocornya data pengguna Tokopedia merupakan hal paling memalukan bagi perusahaan berbasis teknologi informasi.

Tokopedia, kata dia, tak cukup hanya mengimbau supaya pengguna warga negara Indonesia mengganti password pada akunnya.

“Tokopedia harus bertanggung jawab atas bocornya data pengguna Indonesia. Polri juga harus aktif melakukan penyelidikan dengan berlandaskan UU ITE da UU Perlindungan Konsumen agar kasus ini terang benderang,” kata Farah, Senin (4/5/2020).

Dia memastikan Komisi I DPR akan mengawal kasus ini dari sejak penyelidikan, penyidikan sampai pada proses peradilan. Dia sekaligus mendesak agar pemerintah untuk melindungi kepentingan warganya.

“Pemerintah harus mengantisipasi peristiwa yang sama mengingat banyak perusahaan yang berbasis sama dengan Tokopedia,” ujarnya.

Dugaan kebocoran jutaan data pelanggan pertama kali dilaporkan oleh akun Twitter @underthebreach. Akun ini menginformasikan peretasan terhadap Tokopedia terjadi sejak Maret 2020.

“Peretasan terjadap pada Maret 2020 dan memengaruhi 15.000.000 pengguna meskipun hacker mengatakan ada lebih banyak,” bunyi cuitannya.

Merespons kehebohan akibat informasi ini, Tokopedia mengeklaim informasi penting pengguna seperti password tetap berhasil terlindungi. Meski begitu, pengguna tetap dianjurkan mengganti password demi keamanan dan kenyamanan.

Tokopedia juga menyebut tidak ada kebocoran data pembayaran pengguna yang digunakan untuk membayar transaksi.

“Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu kredit dan Ovo di Tokopedia tetap terjaga aman,” kata VP of Corporate Communication Tokopedia Nuraini Razak dalam keterangan tertulis.

Editor : Zen Teguh