Fahri Hamzah: Pesan Terakhir Mbah Moen, Jaga Agama dan Negara

Abdul Rochim ยท Selasa, 06 Agustus 2019 - 12:36 WIB
Fahri Hamzah: Pesan Terakhir Mbah Moen, Jaga Agama dan Negara

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat bertemu dengan KH Maimoen Zubair. (Foto: istimewa)

<p>JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas wafatnya pemilik Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, KH Maimoen Zubair. Ulama yang akrab disapa Mbah Moen itu wafat di Makkah, Selasa (6/8/2019) pada umur 90 tahun, pukul 04.17 waktu setempat.

Fahri mengisahkan pertemuannya dengan Mbah Moen saat berkunjung ke Ponpes Al-Anwar Sarang, Rembang, beberapa waktu silam. Dalam pertemuan itu, dirinya mendapat banyak nasihat tentang keumatan dan kebangsaan yang tidak boleh dipisahkan. Kepada Fahri Hamzah, Mbah Moen berpesan untuk menjaga agama dan negara.

"Jaga agama, jaga negara adalah pesan terakhir Mbah Moen yang paling berkesan pada saya," katanya lewat pesan singkat, Selasa (6/8/2019).

Legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengaku sering mendengar nasihat Mbah Moen. Nasihat itu, Fahri mengaku, dilakukannya saat menjadi anggota MPR transisi dari PPP usai reformasi.

"Terakhir saya bertemu di pernikahan anaknya Ibu Khofifah (Gubernur Jatim) di Surabaya, sementara di Makkah ini baru mau merencanakan silaturahmi, tapi Allah memanggilnya," kata Fahri Hamzah dari Makkah.

Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) ini mengungkapkan, Indonesia sangat kehilangan ulama kharismatik. Dia berharap dapat meneruskan cita-cita mulia Mbah Moen.

"Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Bangsa ini kehilangan seorang ulama kharismatik nasional, KH Maimoen Zubair. Semoga Allah SWT menerima segala amal dan jasa beliau bagi ummat, bangsa dan negara. Semoga kita dapat meneruskan cita-cita mulianya. Amin YRA. Selamat jalan Mbah Moen, kami semua pasti menyusul mu," tuturnya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat bertemu dengan KH Maimoen Zubair. (Foto: istimewa)

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang keagamaan dalam negeri, Abdul Ghaffar Rozin mengatakan, Mbah Moen akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Ma'la, Makkah, Arab Saudi. Hal itu merupakan keinginan pribadi yang disampaikan Mbah Maimoen kepada keluarganya.

Rencananya, dia menambahkan, jenazah mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu akan dimakamkan di Kompleks Ma'la. "Rencananya dishalatkan di Masjidil Haram usai jamaah (salat) Dzuhur dan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Ma'la," katanya, kepada wartawan, Selasa (6/8/2019).

Gus Rozin menyampaikan, Kompleks Pemakaman Ma'la merupakan pesan dari Mbah Maimoen sebelum meninggal dunia kepada pihak keluarganya. "Almarhum pernah menyampaikan kalau wafat di Makkah ingin dimakamkan di Ma’la. Sekarang baru diikhtiarkan untuk dimakamkan di sana," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad

TAG : .