Gajah Dikerahkan Bantu Penanganan Banjir di Aceh, BKSDA Pastikan Prinsip Animal Welfare
"Dalam kondisi darurat sekarang ini, kami dari Balai KSDA Aceh memiliki moral dan tanggung jawab untuk membantu masyarakat. Kami dapat membantu salah satunya dalam upaya penanganan dan pembersihan material pasca bencana," ujarnya.
Penentuan titik-titik lokasi kerja juga telah dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Bupati Pidie Jaya dan unsur kepolisian setempat. Koordinasi ini tidak hanya memastikan keamanan seluruh personel dan satwa, tetapi juga mengatur batas waktu kerja agar gajah tidak bekerja melebihi kapasitasnya.
Dia menyebut pemanfaatan gajah untuk pekerjaan berat dan membantu manusia memang lazim di berbagai tempat, namun hal ini baiknya tidak untuk terus dinormalisasi.
Ujang menerangkan tim yang bertugas terdiri dari delapan orang mahout, personel polisi kehutanan (polhut), serta dokter hewan lengkap dengan perlengkapan medis lapangan.
"Seluruh kegiatan turut mendapat pengawalan penuh dari unsur kepolisian, sehingga operasional dapat berlangsung tertib, aman, dan terarah," pungkasnya.
Editor: Rizky Agustian