Heru Jadi Kepala BNN, 10 Nama Siap Isi Jabatan Deputi Penindakan KPK
JAKARTA,iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima Pengajuan sepuluh calon pengisi jabatan Deputi Penindakan dan tiga calon direktur penyidik. Seluruh calon tersebut berasal dari institusi polri dan kejaksaan.
“Jadi ada tiga belas nama yang diajukan untuk calon deputi penindakan dan direktur penyidikan. Enam dari kepolisian dan kejaksaan ada tujuh nama, jadi totalnya ada 13,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Minggu (11/3/2018).
Usai ditinggalkan Irjen Pol Heru Winarko yang saat ini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), posisi Deputi Penindakan KPK saat ini kosong. Ada sepuluh nama calon yang siap berkompetisi terbuka untuk mengisi jabatan itu. Tiga dari polri yakni, Toni Hermanto, Firly, dan Abdul Hasyim Gani. Serta tujuh dari kejaksaan, yakni Feri Wibisono, Fadil Zumhana, Heffinur, Wisnu Baroto, Oktovianus, Tua Rinkes Silalahi, dan Witono.
“Jadi ke-13 calon ini akan dilakukan proses seleksi yang kurang lebih sama dengan yang dari internal KPK. Kalau dari internal KPK ini masih sangat awal, kemaren yang saya dapat informasinya masih dibuka pendaftaraan untuk para calon sesuai kriteria dan syarat,” tutur Febri.
Sementara itu, untuk posisi direktur penyidik, KPK telah menerima tiga nama calon dari polri. Proses seleksi dilakukan oleh pihak independen, yakni konsultan eksternal yang telah dipilih oleh KPK. Ketiga nama calon adalah Edy Supriyadi, Andi Hartoyo, dan Djoko Purwanto.