Jejak Harum Laksda Nurtanio di Langit Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi nama Nurtanio untuk pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Nama itu diambil dari Laksamana Muda Udara (Anumerta) Nurtanio Pringgoadisuryo.
"Bismillahirrahmanirrahim saya resmikan pesawat N219 sebagai pesawat Nurtanio," ujar Presiden Jokowi saat peresmian di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11/2017).
Dari berbagai literatur, Nurtanio Pringgoadisuryo atau dikenal juga dengan nama LMU Nurtanio lahir di Kandangan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 3 Desember 1923. Putra ketiga dari pasangan Noegroho Pringgoadisurjo dan Luwijah ini merupakan perintis industri penerbangan Indonesia. Bersama Wiweko Soepono, Nurtanio membuat pesawat layang Zogling NWG (Nurtanio-Wiweko-Glider) pada 1947.
Cita-cita dan keinginan Nurtanio akan dunia penerbangan diawali sejak masa Hindia Belanda. Saat itu dia berlangganan majalah kedirgantaraan Vliegwereld dan menekuni dunia aerodinamika serta aeromodelling.
Kecintaannya pada pesawat terbang terus diasahnya. Pada masa pendudukan Jepang, di sekolah menengah tinggi teknik atau Kogyo Senmon Gakko, Nurtanio mendirikan perkumpulan Junior Aero Club, banyak membahas teknik pembuatan pesawat model yang merupakan dasar-dasar aerodinamika.