Jejak Harum Laksda Nurtanio di Langit Indonesia

Di sinilah Nurtanio berkenalan dan bertemu dengan RJ Salatun, yang juga berminat dalam dunia penerbangan. Mereka bertemu pula guru olahraga, Iswahyudi, yang juga memiliki pengetahuan dalam masalah penerbangan.
Perhatian Nurtanio pada masa itu tidak hanya dalam masalah pesawat model tetapi juga menekuni buku-buku teknik penerbangan yang banyak berbahasa Jerman. Dia bahkan menekuni serta menggambar pula rancangan glider atau pesawat layang tipe Zogling yang menjadi obsesinya.
”Di saat belum ada seorang pun yang mempunyai pemikiran untuk mengembangkan suatu industri pesawat terbang di negeri ini, Nurtanio dan kawan-kawan telah berkarya menghasilkan pesawat terbang buatan sendiri, yang dimulai dari nol besar,” kata mantan KSAU Marsekal TNI (Pur) Chappy Hakim dalam tulisanya, Mengenang Nurtanio!.
Salah satu rancangan Nurtanio yang berhasil mengudara adalah pesawat Si Kumbang 01 bernomor registrasi NU-200. Pesawat single seater ini dilengkapi dengan senjata otomatis untuk menembak dari udara ke darat.

Yang sangat membanggakan, tulis Chappy, walaupun masih dalam bentuknya yang sangat sederhana, Si Kumbang 01 ini sudah dapat digolongkan sebagai prototipe dari pesawat terbang jenis counter insurgency sebagaimana tertera dalam buku Jane’s of all the Worlds Aircraft.