Kasus KDRT di Indonesia masih Tinggi, Terbanyak Kekerasan terhadap Istri 

Tika Vidya Utami, Tim Litbang MPI · Senin, 29 November 2021 - 20:13:00 WIB
Kasus KDRT di Indonesia masih Tinggi, Terbanyak Kekerasan terhadap Istri 
Ilustrasi suami aniaya istri (iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Indonesia masih tinggi. Sejak pandemi Covid-19, jumlah laporan KDRT bahkan meningkat, berdasarkan laporan Komnas Perempuan serta LBH APIK Jakarta. 

KDRT atau domestic violence dikutip dari komnasperempuan.go.id, banyak terjadi dalam hubungan relasi personal. Pelakunya orang yang dikenal baik dan dekat oleh korban, misalnya tindak kekerasan yang dilakukan suami terhadap istri, ayah terhadap anak, paman terhadap keponakan dan kakek terhadap cucu. 

Kekerasan ini dapat juga muncul dalam hubungan pacaran atau dialami oleh orang yang bekerja membantu kerja-kerja rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut. Selain itu, KDRT juga dimaknai sebagai kekerasan terhadap perempuan oleh anggota keluarga yang memiliki hubungan darah.

Pasal 1 UU Penghapusan KDRT (PKDRT) mendefenisikan KDRT sebagai perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Bentuk-bentuk KDRT yang tertuang di UU PKDRT adalah meliputi kekerasan fisik (Pasal 6), kekerasan psikis (Pasal 7), kekerasan seksual (Pasal 8), dan penelantaran rumah tangga (Pasal 9).

Berikut data kasus KDRT dari sejumlah lembaga terkait di Indonesia:

1. Komnas Perempuan

Kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2020 sebesar 299.911 kasus. Angka tersebut berkurang 31 persen dari 2019 sebanyak 431.471 kasus. Melansir rilis komnasperempuan.go.id, kuesioner yang kembali menurun hampir 100 persen pada 2019. 

Namun, pengaduan ke Komnas Perempuan meningkat drastis 60 persen, dari 1.413 kasus pada 2019 menjadi 2.389 di 2020. Dari 8.243 kasus yang ditangani Komnas Perempuan, yang paling menonjol di ranah personal atau disebut KDRT/RP (Kasus Dalam Rumah Tangga/Ranah Personal) sebanyak 79 persen atau 6.480 kasus. 

Kekerasan terhadap istri menempati peringkat pertama dengan 50 persen atau 3.221 kasus, kemudian kekerasan dalam pacaran sebanyak 20 persen atau 1.309 kasus.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: