Kasus Suap di Garuda Indonesia, KPK Ajukan Banding terhadap Vonis Soetikno Soedarjo

Rizki Maulana ยท Sabtu, 16 Mei 2020 - 07:00 WIB
Kasus Suap di Garuda Indonesia, KPK Ajukan Banding terhadap Vonis Soetikno Soedarjo

Terdakwa kasus suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia, Soetikno Soedarjo. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta Pusat terhadap terdakwa Soetikno Soedarjo. Soetikno terjerat kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S serta Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia.

Soetikno juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut KPK melakukan banding karena putusan majelis hakim dipandang belum memenuhi rasa keadilan masyarakat.

"Berikutnya jaksa penuntut umum (JPU) KPK akan segera menyusun memori banding dan menyerahkannya kepada Pengadilan Tinggi Jakarta melalui Ketua PN Jakarta Pusat," ucap Ali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Sementara itu KPK menerima putusan terhadap terdakwa eks Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Emirsyah Satar dalam perkara yang sama. Alasannya antara lain karena fakta-fakta yuridis sebagaimana diuraikan dalam tuntutan JPU KPK telah diambil alih oleh Majelis Hakim.

"Terdakwa Emirsyah Satar berdasarkan informasi yang kami terima menyatakan upaya hukum banding," katanya.

Oleh karena itu, Ali mengatakan perkara atas nama kedua terdakwa tersebut sampai saat ini belum memperoleh kekuatan hukum tetap. Sebelumnya, Majelis Hakim PN Tipikor Jakarta Pusat telah memvonis Emirsyah Satar delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 2 bulan kurungan pada Jumat 8 Mei 2020 lalu.

Majelis hakim menilai mantan Dirut PT Garuda Indonesia itu terbukti menerima suap senilai Rp49,3 miliar dan pencucian uang sekitar Rp87,464 miliar. Vonis tersebut lebih rendah dibanding tuntutan JPU KPK yang meminta majelis hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan hukuman kepada Emirsyah 12 tahun penjara ditambah denda Rp10 miliar subsider delapan bulan kurungan.

Sementara itu, Soetikno Soedarjo selaku pemilik PT Mugi Rekso Abadi (MRA) dan Connaught International Pte.Ltd telah menjalani sidang vonis. Dia dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Majelis hakim menilai Soetikno terbukti menyuap Emirsyah Satar dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Vonis tersebut lebih rendah dibanding tuntutan JPU KPK yang meminta agar Soetikno divonis pidana penjara selama 10 tahun dan pidana denda sebesar Rp10 miliar subsider delapan bulan kurungan.

Editor : Rizal Bomantama