Kebangkitan Destinasi Wisata Lokal

Yuswohady ยท Senin, 28 September 2020 - 16:04:00 WIB
Kebangkitan Destinasi Wisata Lokal
Managing Partner Inventure Yuswohady. (Foto: Sindonews).

I. Change Drivers

Dari sisi kondisi makroindustri, tantangan terberat yang dihadapi industri pariwisata adalah kasus Covid-19 di level global yang masih terus meningkat. Beberapa negara bahkan sedang berjuang menghadapi gelombang kedua, sementara itu di Indonesia saat ini perkembangan kasusnya masih eksponensial dan belum mengalami kurva landai. Dampaknya orang menjadi semakin khawatir keluar rumah, termasuk akan menunda aktivitas berwisata.

Covid-19 Growth & Incidence
Pandemi corona menyebabkan duo krisis, yaitu ekonomi dan kesehatan. Pemulihan ekonomi akan sulit dilakukan apabila krisis kesehatan belum sanggup diselesaikan. Sementara itu kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di skala global terus meningkat.

Implikasinya negara-negara akan semakin membatasi jalur transportasi. Di skala nasional, Indonesia harus menghadapi tantangan berat, yaitu blunder pemerintah dalam penanganan Covid-19 yang berakibat 59 negara menutup akses untuk kunjungan warga Indonesia.

Global/Domestic Recession
Krisis ekonomi dampak dari Covid-19 membuat ekonomi negara berjatuhan. Baik negara maju maupun berkembang mulai melaporkan negara mereka mengalami resesi. Berita terbaru, Selandia Baru resesi meskipun pemerintah di sana lebih sigap sudah menutup akses saat kasus positif baru 75 orang dan sudah mulai melonggarkan akses sejak Mei lalu.

Data prediksi dari IMF hanya China yang mampu mencetak ekonomi positif sepanjang tahun 2020 sebesar 1%. Artinya krisis yang dihadapi oleh pemain di bisnis pariwisata tidak hanya dialami di dalam negeri saja, tetapi juga global. Singapura misalnya, salah satu penyebab resesinya adalah kunjungan wisatawan yang menurun drastis dan dengan pembatasan akses, Singapura kehilangan market besar mereka, yaitu Indonesia.

Vaccine Production & Distribution
Indonesia dan seluruh negara global akan memasuki era baru next normal di saat vaksin sudah diproduksi dan terdistribusi massal. Sampai distribusi vaksin merata, ekonomi akan sangat bergantung pada pendapatan dalam negeri.

Termasuk dalam hal pariwisata, masyarakat masih khawatir bepergian jauh sehingga destinasi-destinasi wisata lokal yang jaraknya pendek dan mungkin bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi akan menjadi primadona.

II. Competitive Move

Shrink of Senior Travelers
Virus corona lebih rentan terhadap lansia. Hal ini dikarenakan virus menyerang imun, sementara pada lansia daya tahan tubuh sudah cenderung menurun, terutama yang memiliki riwayat penyakit penyerta. Beberapa negara bahkan membuat kebijakan melarang lansia beraktivitas di luar rumah. Hal ini termasuk akan berdampak pada berkurangnya jumlah wisatawan senior (lanjut usia).

Customer Fear & Anxiety
Dampak dari krisis Covid-19 masyarakat akan lebih berhati-hati dalam hal ekonomi dan menjaga kesehatan. Di sisi kesehatan, kewaspadaan untuk menjaga jarak meningkat karena ada persepsi bahwa orang lain berpotensi menularkan virus. Sementara itu di aspek ekonomi, konsumen cenderung mengurangi konsumsi karena adanya pengurangan pendapatan.*

*Artikel ini telah tayang di Koran SINDO

Editor : Zen Teguh