Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bos BEI Heran MSCI Mau Turunkan Status Pasar Modal RI, Singgung Upaya Transformasi 
Advertisement . Scroll to see content

Kekayaan 3 Orang Terkaya Indonesia Menguap Rp106,4 Triliun usai Isu MSCI Guncang Pasar Saham

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:17:00 WIB
Kekayaan 3 Orang Terkaya Indonesia Menguap Rp106,4 Triliun usai Isu MSCI Guncang Pasar Saham
3 orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono, Prajogo Pangestu, dan Low Tuck Kwong. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Mengapa MSCI Soroti Pasar Saham Indonesia?

Adapun, persoalan utama yang disoroti MSCI adalah transparansi kepemilikan saham. MSCI menilai aturan pengungkapan pemegang saham berpotensi membuat pemilik sebenarnya suatu perusahaan tercatat sulit diketahui, sehingga mengurangi transparansi dan meningkatkan risiko transaksi yang tidak semestinya.

Sejumlah perusahaan terbuka di Indonesia memiliki kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada pendiri, keluarga, atau kelompok usaha tertentu. Kondisi tersebut membatasi jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas di pasar.

MSCI menyatakan masih terdapat kekhawatiran signifikan terkait gangguan pasar, termasuk dugaan perilaku perdagangan terkoordinasi yang terus berlanjut dan belum adanya bukti penegakan aturan yang memadai.

Setelah peringatan tersebut, regulator keuangan Indonesia mengumumkan sanksi berupa denda dengan total Rp2,1 triliun terhadap pihak-pihak yang dikaitkan dengan dugaan manipulasi saham tiga perusahaan. The Business Times melaporkan perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kaitan dengan Prajogo dan kelompok usaha Sinar Mas milik keluarga Widjaja.

BEI juga menyatakan akan mengeluarkan perusahaan dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi dari indeks acuan. IHSG kemudian sempat memulihkan sebagian penurunannya pada perdagangan Selasa pagi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut