Kisah Prabowo Memburu Pentolan Fretilin Nicolau Lobato, Jejak Terendus dari Teropong US Navy
JAKARTA, iNews.id – TNI melakukan operasi besar-besaran untuk menumpas gerakan separatisme di Timor Timur pada dekade 1975-an. Berbagai pasukan elite, mulai dari Kopassandha (kini Kopassus) hingga Linud Kostrad, turut diterjukan ke medan pertempuran.
Salah satu perwira muda yang terlibat dalam kancah peperangan itu adalah Prabowo Subianto, kini menteri pertahanan. Pada 1978, saat berpangkat letnan satu, Prabowo menjadi komandan kompi pada operasi bersandi Nanggala 28 itu.
“Minggu-minggu pertama operasi saya berada di sektor timur yaitu di Daerah Ossu. Untuk beberapa minggu kami menjadi kompi pemukul, mengejar musuh di pegunungan sekitar Gunung Builo,” kata Prabowo dalam buku biografinya Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, dikutip pada Minggu (5/9/2021).
Lulusan Akademi Militer 1974 itu menceritakan, pada awal Desember 1978 mereka dipindahkan ke daerah operasi di sektor tengah. Di tempat inilah Prabowo mengenal Letnan Kolonel Inf Adolf Sahala Radjagukguk yang saat itu menjadi komandan sektor.
Di sektor tengah itu, Prabowo dan pasukannya beberapa kali terlibat VC atau vuur contact (kontak senjata) dengan musuh. Dari daerah itu, dia lantas mendapat perintah untuk pindah ke Soibada.