Kisah Prabowo Memburu Pentolan Fretilin Nicolau Lobato, Jejak Terendus dari Teropong US Navy
Dalam Operasi Nanggala 28 itu, nama radio Prabowo yakni Kancil. Perintah pindah datang dari Sahala. “Kancil, besok Anda segera kembali ke Soibada. Di Soibada, Kancil akan dijemput helikopter,” kata Sahala, ditirukan Prabowo.
Di Soibada, Prabowo bertemu Sahala yang memiliki nama radio Gajah. Seperti sebelumnya, dia mendapat briefing alias arahan singkat dan beberapa titik koordinat yang harus ditujunya bersama pasukan demi memburu Presiden Fretilin, Nicalao Dos Reis Lobato.
Baru beberapa jam berjalan, pasukan Prabowo dihujani tembakan dari sebuah pos musuh. Kompi kecil berhasil membuat gerombolan Fretilin kabur menyelamatkan diri.
Pasukan Prabowo berhasil menguasai bukit kecil. Di pos itu pula tercecer sebuah teropong pandang Angkatan Laut Amerika Serikat atau US Navy. Prabowo pun melaporkan melalui radio kepada Sahala Radjagukguk.
Mendengar laporan tersebut, Sahala memutuskan untuk bergerak ke tempat Prabowo. Menggunakan helikopter Bolkow Bo 105, Sahala tiba beberapa waktu kemudian. Namun saat hendak mendarat, heli diberondong tembakan dari musuh yang ternyata bersembunyi.