Kisah Putu Ema Perdana, Anak Penerima Bantuan PKH Sukses Jadi Anggota Polri
Konsistensi anaknya selama persiapan tes Polri terekam diingatan Sutiyatini. Ingatan ini yang membuatnya tak mampu membendung haru saat anaknya dinyatakan lulus tes dan resmi menjadi anggota Polri.
"Pengumumannya online di YouTube Polda Bali, saya nonton bareng-bareng nenek, bapak dan adiknya Ema. Tak tahan saya, nangis mengingat perjuangannya, gigih. Pagi sampai malam kuliah, pulang kuliah dia olahraga lari keliling kampung jam 12 malam persiapan tes fisik. Akhirnya lulus," katanya dengan suara bergetar.
Keberhasilan Ema menyadarkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak untuk mencapai kesuksesan. Dukungan pemerintah juga diperlukan agar para penerima manfaat dapat meningkatkan taraf kesejahteraan sosialnya.
Sutiyatini berharap Ema bisa sukses dan bisa menjadi teladan bagi adiknya. Tidak kalah dari Ema, adiknya pun berprestasi di bidang olahraga karate. Ema juga mampu menginspirasi adiknya untuk menjadi anggota Polri.
Sebagai informasi, PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Komponen PKH adalah Ibu Hamil, Anak Usia Dini, Anak Sekolah, Lansia dan Penyandang Disabilitas.
Setiap komponen memiliki indeks yang berbeda. Bagi Ibu Hamil, indeks bantuan senilai Rp3 juta/tahun, Anak Usia Dini Rp3 juta/tahun, Anak SD Rp900.000/tahun, Anak SMP Rp1,5 juta/tahun, Anak SMA Rp2 juta/tahun, Penyandang Disabilitas Berat Rp2,4 juta/tahun dan Lansia Rp2,4 juta/tahun.
Editor: Faieq Hidayat