Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KPK: Total Gratifikasi Sepanjang 2025 Tembus Rp16,4 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Komnas HAM Khawatir Stigma Negatif kepada Pegawai KPK Tak Lolos TWK Berdampak ke Anak Cucu

Senin, 31 Mei 2021 - 15:51:00 WIB
Komnas HAM Khawatir Stigma Negatif kepada Pegawai KPK Tak Lolos TWK Berdampak ke Anak Cucu
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam meminta stigma negatif kepada pegawai KPK tak lolos TWK dihentikan. (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komnas HAM menilai stigma negatif yang disematkan kepada pegawai KPK tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) bisa berdampak signifikan. Oleh sebab itu mereka meminta semua pihak untuk menghentikan pemberian stigma tersebut.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan stigma negatif itu tidak hanya menghancurkan karier pegawai yang bersangkutan. Menurutnya dampaknya akan lebih dari itu.

"Sejak awal Komnas HAM memberikan atensi terhadap stigma. Kami mengingatkan hentikan soal stigma terhadap semua kelompok termasuk yang mengikuti tes ini. Karena stigma itu tidak hanya menghancurkan orang saat ini tetapi juga menghancurkan anak cucunya," ucap Anam di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/5/2021).

Dia menjelaskan, Komnas HAM banyak menangani perkara yang berkaitan dengan stigma. Atas dasar pengalaman itu, lanjutnya, stigmatisasi bisa berdampak pada kehidupan yang luas seperti kepidanaan, keperdataan hingga administrasi.

"Di Komnas HAM kasus soal stigma itu banyak sekali. Ada yang memang dulunya dia kena, anaknya juga kena, bahkan cucunya juga kena. Kedua, tidak hanya soal fisik tapi juga status hukum yang lain, soal keperdataan dan lain sebagainya. Itu gara-gara stigma," ucapnya.

Oleh karenanya, Anam mengajak segenap pihak untuk menghentikan pemberian stigma tersebut. Pasalnya, stigma merupakan bentuk kejahatan yang amat mendalam, serius serta berimplikasi panjang. 

"Tidak hanya menempa kita, menempa lingkungan kita, menempa banyak hal nantinya. Dan itu harus kita hindari secara bersama-sama," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut