KPAI Minta Polisi Usut Tuntas Para Pemerkosa ABG Lampung

Arie Dwi Satrio ยท Kamis, 09 Juli 2020 - 09:30:00 WIB
KPAI Minta Polisi Usut Tuntas Para Pemerkosa ABG Lampung
Ilustrasi pencabulan anak. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas para pelaku pemerkosa anak dibawah umur yang melakukan aksi bejatnya di Safe House atau 'Rumah Aman' Kabupaten Lampung Timur. Sebab, pelaku pemerkosa disebut-sebut bukan hanya satu orang.

Korban diduga diperkosa bukan hanya sekali. Bahkan, korban disebut-sebut kerap diancam akan dibunuh oleh pelaku jika tidak menuruti nafsu bejatnya. Yang lebih parah lagi, korban diduga juga dijual ke lelaki hidung belang oleh pelaku.

"Kami menyayangkan atas kejadian tersebut. Usut tuntas siapa saja yang terlibat dan korban sesegera mungkin perlu mendapatkan rehabilitasi tuntas," kata Ketua KPAI, Susanto saat dihubungi, Kamis (9/7/2020).

Susanto mempercayakan seluruh proses penegakan hukum terkait kasus dugaan pemerkosaan di Rumah Aman Lampung Timur ke pihak kepolisian. Ia memberikan waktu agar jajaran kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut.

"Tentu kita berikan waktu kepada kepolisian untuk mendalami secara utuh atas kasus ini," katanya.

Lebih lanjut, Susanto juga turut menyoroti oknum petugas perlindungan anak yang diduga memperkosa anak dibawah umur. Menurut Susanto, para petugas perlindungan anak perlu dievaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.

"Ini harus menjadi pembelajaran dan evaluasi serta perbaikan layanan. SDM yanv menjadi petugas adalah orang-orang terpilih yang tak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi memiliki kompetensi karakter yang baik, agar jaminan keamanan dan kenyamanan korban benar-benar terwujud," katanya.

Sekadar informasi, NV (14) salah seorang anak perempuan korban kekerasan seksual diduga diperkosa oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur. NV disebut-sebut diperkosa di Rumah Aman saat menjalani proses pendampingan pemulihan psikologi sebagai korban pemerkosaan.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq