KPK Minta Jaksa Ungkap Fakta Lain di Sidang Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Riezky Maulana ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 11:00 WIB
KPK Minta Jaksa Ungkap Fakta Lain di Sidang Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto iNews)

JAKARTA, iNews.id - KPK meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan mengungkap fakta lain. JPU juga diminta tidak fokus pada perbuatan terdakwa Rony Bugis (RB) dan Rahmat Kadir Mahuleter (RM).

Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menanggapi dakwaan terdakwa RB dan RM.

"Harapannya di persidangan nanti, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan berupaya maksimal dapat mengungkap fakta hukum. Bahwa perbuatan tidak hanya berhenti pada para terdakwa saat ini saja," kata Ali ketika dikonfirmasi, Jumat (20/3/2020).

Selain itu, dia meminta JPU bisa menggali lebih jauh aktor intelektual dibalik kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Saat ini, Ali menilai motif dan aktor intelektual terkait kasus tersebut belum terungkap.

"Dapat dikembangkan ke motif dan aktor intelektual di belakangnya yang saat ini belum terungkap," ucapnya.

Seperti diketahui, Kedua terdakwa Rony Bugis (RB) dan Rahmat Kadir Mahuleter (RM) dinilai telah melakukan penganiayaan berat. Perbuatan mereka masuk ke dalam kategori penganiayaan berat karena telah menyiram Novel dengan asam sulfat (H2SO4) atau air keras.

Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dalam surat dakwaannya mengatakan, penyerangan itu murni karena alasan pribadi. “Terdakwa tidak suka atau membenci Novel Salim Baswedan alias Novel Baswedan karena dianggap telah mengkhianati dan melawan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri),” ucap jaksa saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (19/3/2020).

Atas perbuatan itu, keduanya dijerat dengan tiga pasal sekaligus yakni Pasal 355 ayat 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Pasal 353 ayat 2 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dan Pasal 351 ayat 2 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Editor : Faieq Hidayat