Kronologi OTT Bupati Muara Enim, Penyerahan Uang di Restoran Mie Ayam

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 03 September 2019 - 23:47 WIB
Kronologi OTT Bupati Muara Enim, Penyerahan Uang di Restoran Mie Ayam

Konferensi pers pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/9/2019) malam. (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani (AYN), sebagai tersangka kasus suap proyek pada Dinas PUPR. Kasus tersebut bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Senin (2/9/2019) malam.

Dalam OTT itu, KPK mengamankan Ahmad Yani; Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar; pihak swasta dari PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi (ROF); dan staf Robi bernama Edy Rahmadi.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat akan adanya penyerahan uang sebagai commitment fee dari proyek di Kabupaten Muara Enim.

“Ada penyerahan uang sebagai bagian dari commitment fee 10 persen dari proyek yang didapatkan oleh ROF kepada Bupati AYN melalui EM, Kabid Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim,” kata Basaria saat jumpa pers di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2019).

Senin kemarin, sekitar pukul 15.30 WIB, tim KPK melihat Robi dan Edy bertemu dengan Elfin. Mereka bertemu di restoran Mie Ayam di Palembang. Di sana, tim KPK melihat ada penyerahan uang dari Robi kepada Elfin.

Satu setengah jam dari penyerahan uang itu, KPK mengamankan Elfin, Robi, dan Edy. Saat menangkap ketiganya, petugas antirasuah menemukan uang 35.000 dolar AS yang diduga sebagai uang suap. Pukul 17.30 WIB, secara paralel KPK mengamankan Ahmad Yani di kantornya.

“Tim KPK mengamankan Bupati Muara Enim AYN di kantornya secara terpisah di Muara Enim dan mengamankan beberapa dokumen dari sana,” ucap Basaria.

Pascapenangkapan Ahmad Yani, KPK menyisir beberapa lokasi yakni ruang kerja Robi, ruang kerja Elfin, dan ruang kerja bupati. Selanjutnya, tim memboyong Elfin, Robi, dan Edy ke Jakarta sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara, Bupati Ahmad Yani dibawa ke Jakarta pada Senin ini sekitar pukul 07.00 pagi WIB.

“Tim kemudian melakukan pemeriksaan awal di Gedung Merah Putih KPK,” ucapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, KPK meningkatkan status tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Bupati Muara Enim Ahmad Yani dan Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar sebagai penerima. Sementara dari pihak PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi, disangkakan sebagai pemberi.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” tutur Basaria.

Atas perbuatannya, Robi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Adapun Ahmad Yani dan Elfin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Editor : Ahmad Islamy Jamil