Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Menkes Budi: Tabung Oksigen Jangan Cuma Dipajang!
"Kemarin saya coba tuh yang viral sebenarnya saya lagi nyoba bener jalan apa enggak, kan? Kadang-kadang kan ada tabungnya, tapi enggak jalan. Kita coba, ternyata jalan. Dan itu kan ada kapasitas volumenya yang harus bisa diatur, tergantung dari saturasi ya," ujarnya.
Budi menegaskan, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi hal penting untuk menangani warga yang mengalami penurunan saturasi oksigen akibat gangguan pernapasan. Dia tidak ingin peralatan medis hanya tersedia secara fisik, tetapi tidak dapat digunakan saat dibutuhkan.
"Saya ingin memastikan bahwa semua rumah oksigennya ada, itu bukan hanya dipajang aja ya, tapi benar-benar bisa layani masyarakat," katanya.
Kemenkes Kirim Jutaan Masker
Selain memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan polusi udara terhadap masyarakat. Salah satunya dengan mendistribusikan jutaan masker ke Kalimantan Tengah.
Masker tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat melindungi diri dari paparan partikel halus PM2.5 yang terkandung dalam kabut asap karhutla. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat terhirup hingga ke saluran pernapasan bagian dalam dan berisiko mengganggu kesehatan.
"Secara preventif butuhnya masker, kita udah kirim masker kan sekitar 1,3 juta. Kemarin kita kirim lagi sekitar 650.000, nanti kita akan kirim lagi 1 juta lagi dalam minggu ini karena penting supaya masyarakat itu bisa melindungi dirinya dari polusi partikel yang PM 2,5," ucapnya.
Kondisi kualitas udara yang memburuk, kesiapan fasilitas kesehatan dan upaya perlindungan diri menjadi bagian penting dalam mengantisipasi dampak karhutla. Masyarakat juga perlu mengurangi paparan kabut asap, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Editor: Dani M Dahwilani