Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.027 per Dolar AS
Sementara itu, cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tercatat sebesar 145 miliar dolar AS. Penurunan cadangan devisa dipengaruhi kebutuhan stabilisasi nilai tukar rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Posisi tersebut turun dari rekor tertinggi sebesar 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025 atau berkurang sekitar 11 miliar dolar AS. Meski demikian, Ibrahim menilai level tersebut masih aman karena setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor, jauh di atas standar internasional sebesar tiga bulan impor.
Pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 pada Rabu (5/8/2026). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II berada di bawah 5,6 persen, namun tidak jauh dari 5,4 persen.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp18.030-Rp18.080 per dolar AS.
Editor: Aditya Pratama