Mahfud MD: Laut Indonesia Rumit dan Rawan

Felldy Utama ยท Jumat, 06 Maret 2020 - 19:37 WIB
Mahfud MD: Laut Indonesia Rumit dan Rawan

Menko Polhukam, Mahfud MD saat mengunjungi Kantor Bakamla, Jumat (6/3/2020). (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki luas laut mencapai 77 persen dari total wilayahnya. Oleh sebab itu Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut laut Indonesia rumit untuk dikelola dan juga rawan.

Hal itu disampaikan Mahfud usai mengunjungi kantor Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020) pagi. Dalam kunjungannya, Mahfud melihat pengendalian laut di seluruh wilayah Indonesia melalui sistem Komando Pengendalian (Kodal) yang dimiliki Bakamla. Dia memantau sejumlah aktivitas yang sedang terjadi di laut.

"Kita tadi bisa lihat misal ada kapal yang sedang bergerak di Natuna, dari mana dan ke mana, di Papua juga, di Surabaya juga, kita bisa lihat dari Kodal sini. Kesimpulannya lautan kita sangat luas dan kaya, tapi rumit dan rawan," kata Mahfud usai melakukan pertemuan tertutup bersama Kepala Bakamla Laksamana Madya Aan Kurnia.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan kesimpulan yang dimaksud. Menurutnya, laut Indonesia terlihat rumit dari sudut aturan perundang-undangan yang sekarang mengatur tentang hukum laut.

"Rawan dari segi masuknya kapal-kapal asing, kapal-kapal negara lain karena kekayaan yang kita miliki," ujarnya.

Mahfud menyebut perlu adanya penyederhanaan dari segi regulasi atau aturan perundang-undangannya agar Laut Indonesia tidak terlihat rumit. Menurut dia, saat ini banyak sekali aturan yang tumpang tindih karena setidaknya ada tujuh instansi negara yang bertanggung jawab atas keamanan laut Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah mengusulkan adanya penggabungan peraturan perundang-undangan ke dalam satu undang-undang yang mengatur tentang hal tersebut. Usulan tersebut yakni Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law tentang Keamanan Laut.

"Karena itu lah kita perlu adanya kesatuan komando, komando pengendalian supaya lebih sederhana daripada yang sekarang," ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama