Mahfud MD soal Tim Pemburu Koruptor: Hari Ini Pak Firli Bahuri Mendukung

Riezky Maulana ยท Rabu, 15 Juli 2020 - 20:58 WIB
Mahfud MD soal Tim Pemburu Koruptor: Hari Ini Pak Firli Bahuri Mendukung

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengklaim telah mendapat dukungan dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri ihwal pengaktifan Tim Pemburu Koruptor (TPK). Hal itu diketahui ada silang pendapat antara Firli dan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

Perbedaan pendapat di negara demokrasi, menurut Mahfud, hal yang wajar. Dia menilai yang tidak setuju Tim Pemburu Koruptor hanya Nawawi.

"Kalau Anda bilang KPK misalnya agak kurang setuju, itu Pak Nawawi. Dan bagus Pak Nawawi itu. Tapi kalau saya baca, hari ini Pak Firli, mendukung. KPK kan banyak orang dan itu tandanya demokrasi," ujarnya di kantor Kemenko Polhukam Jalan Merdeka Barat, Rabu (15/7/2020).

Segala keputusan terkait wacana pembentukkan TPK, Mahfud menuturkan, masih dalam penggodokan dan akan diumumkan setelah rapat resmi. Dia memastikan pengaktifan TPK dikerjakan secara serius.

"Nah, yang berlaku nanti adalah keputusan rapat resmi. Proses politik tukar opininya siapa saja boleh ngomong dan saya akan terus mengerjakan ini secara serius tentang Tim Pemburu Koruptor ini. Tetapi dengan tetap memperhatikan saran-saran dari masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya, Nawawi menyatakan ketidaksetujuannya terkait rencana pengaktifan kembali TPK. Dia menilai, tim tersebut dulu tidak berjalan optimal.

"Saya pikir pembentukkan tim ini di tahun 2002 dan senyatanya tidak memberi hasil optimal, cukup untuk menjadi pembelajaran untuk tidak diulangi lagi," katanya.

Menurut mantan hakim tindak pidana korupsi ini, yang seharusnya sekarang dioptimalkan dalam memburu para koruptor yakni koordinasi dan supervisi antarlembaga penegak hukum. Sebagai contoh, koordinasi antara KPK dan Imigrasi dalam mencegah tersangka atau buronan kabur ke luar negeri.

Editor : Djibril Muhammad