Mahfud: Nelayan Indonesia Kini Kuasai Perairan Natuna

Felldy Utama ยท Selasa, 10 Maret 2020 - 20:56 WIB
Mahfud: Nelayan Indonesia Kini Kuasai Perairan Natuna

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 30 kapal sudah berada di perairan Natuna dengan pengawalan Badan Keamanan Laut (Bakamla). Nelayan-nelayan dari Pantura itu menempuh perjalanan selama tujuh hari mengarungi laut.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, nelayan-nelayan tersebut akan melakukan aktivitas melautnya di Laut Natuna Utara. Dia menyebutkan, nelayan Indonesia kini menguasai perairan Natuna.

"Ini perkembangan yang menggembirakan, karena nelayan-nelayan dari Pantura, sebanyak 30 kapal telah tiba di Natuna dan saat ini dikawal oleh Bakamla. Bahkan mereka diundang ke atas kapal oleh Bakamla untuk berkoordinasi pengamanan di laut. Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Menko Polhukam, Mahfud MD, Selasa (10/3/2020).

Bakamla saat memberikan pengarahan kepada nelayan di perairan Natuna, Selasa (10/3/2020). (Foto: ist)
Bakamla saat memberikan pengarahan kepada nelayan di perairan Natuna, Selasa (10/3/2020). (Foto: ist)

Mahfud mengungkapkan, pengawalan Bakamla seusai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pentingnya nelayan memanfaatkan Sumber Daya Ikan di ZEEI laut Natuna Utara.

Jokowi juga memeintal TNI AL, Bakamla dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut mengawal aktivitas nelayan Indonesia.

Arahan Jokowi itu kemudian ditindaklanjuti Mahfud dengan menggelar rapat tingkat menteri pada 3 Januari 2020 dengan agenda utama membahas masalah penanganan laut Natuna Utara. Hasil rapat memutuskan salah satunya adalah memobilisasi nelayan di laut Natuna Utara.

Bakamla saat memberikan pengarahan kepada nelayan di perairan Natuna, Selasa (10/3/2020). (Foto: ist)
Bakamla saat memberikan pengarahan kepada nelayan di perairan Natuna, Selasa (10/3/2020). (Foto: ist)

Setelah penyiapan regulasi, perizinan, penyediaan kapal, sebanyak 30 kapal diberangkatkan dari pelabuhan Tegal Sari, Kota Tegal pada 4 Maret 2020.

Mahfud menambahkan, akibat provokasi kapal nelayan Tiongkok yang dikawal coast guard, Indonesia seakan tersadarkan dalam berbangsa dan bernegara, yakni adanya kekosongan di ZEEI laut Natuna Utara.

"Kini nelayan Indonesia sudah bisa mendominasi perairan Natuna dan aman di bawah pengawalan patroli laut," ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Editor : Djibril Muhammad