Menag Cek Kesiapan Hotel dan Dapur Katering untuk Jamaah Haji di Madinah

Felldy Utama ยท Kamis, 30 Mei 2019 - 20:47 WIB
Menag Cek Kesiapan Hotel dan Dapur Katering untuk Jamaah Haji di Madinah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengecek hotel yang akan ditempati jamaah haji Indonesia di Kota Madinah, Arab Saudi, Kamis (30/5/2019). (Foto: Istimewa).

MADINAH, iNews.id, - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengecek kesiapan fasilitas akomodasi bagi calon jamaah haji Indonesia di Kota Madinah, Arab Saudi. Selain tempat penginapan, dapur untuk layanan katering jamaah juga diamati.

Turut mendampingi Menag yakni Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar, Sesditjen PHU Ramadan Harisman, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, dan jajaran Kantor Urusan Haji (KUH). Untuk penginapan, ada dua hotel yang dikunjungi, yaitu Coral al Madinah dan Khuzamah.

Hotel Coral al Madinah terletak di utara Masjid Nabawi (Janubiah). Hotel ini hanya berjarak 50 meter dari Masjid Nabawi, berkapasitas sewa 800 pax dengan sistem blocking time. Karena kualitas layanan tahun sebelumnya bagus, hotel ini kembali disewa (repeat order).

Sementara Hotel Khuzamah, memiliki kapasitas sewa mencapai 700 pax. Hotek ini juga disewa dengan sistem blocking time.

"Hari ini saya meninjau hotel yang akan ditempati jemaah haji Indonesia saat di Madinah. Alhamdulillah, hotel sangat bagus. Saya minta kondisi hotel yang bagus tersebut dipertahankan sampai ditempati jemaah haji Indonesia," kata Menag di Madinah, Kamis (30/5/2019).

Berdasarkan pantauannya, sejumlah hotel yang disewa juga memiliki puluhan sweet room. Menag meminta hal itu bisa dimaksimalkan untuk layanan kesehatan di kloter.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan, pada tahun ini terdapat 111 hotel yang disewa di Madinah. Sebanyak 60 hotel disewa full musim, 51 hotel disewa blocking time.

"Semua hotel minimal bintang tiga, bahkan ada banyak juga yang setara bintang empat dan lima," kata dia.

Tinjau Dapur Katering

Selain hotel, Menag juga meninjau kesiapan dapur yang akan melayani katering jemaah haji Indonesia. Salah satunya adalah Dapur Andalus.

Dapur tersebut pada tahun ini akan melayani konsumsi bagi 18.000 jemaah haji Indonesia di Madinah. Dari 15 dapur yang dikontrak di Madinah, Andalus adalah dapur yang terbesar kedua setelah Ahmadi.

Di Andalus, Menag berdialog dengan Maman, salah chef yang berasal dari Purwakarta, Jabar. Maman sudah 10 tahun bekerja di dapur katering Madinah.

"Apakah ada kesulitan dalm pelayanan konsumsi kepada jemaah selama ini," ujarnya.

Maman menuturkan, beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan bahan baku, misalnya ikan patin. Tahun lalu, ada kesulitan katering masuk hotel bintang 5. Kesulitan lainnya jika ada 1 kloter yang jemaahnya terpecah di dua hotel sehingga membutuhkan tambahan tenaga dan peralatan.

Merespon hal itu, Menag meminta kepada Kantor Urusan Haji (KUH) agar ketentuan yang termaktub dalam kontrak disosialisasikan kepada petugas penyedia katering yang bekerja di lapangan.

"KUH harus menyosialisasikan aturan di kontrak sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan dan potensi kendala bisa diantisipasi sejak awal," kata dia.

Editor : Zen Teguh