Merasa Dikorbankan, Hakim Merry Minta KPK Selidiki Kamera CCTV

Antara, Ilma De Sabrini ยท Rabu, 05 September 2018 - 12:02 WIB
Merasa Dikorbankan, Hakim Merry Minta KPK Selidiki Kamera CCTV

Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Merry Purba di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/9/2018). (Foto: iNews.id/ Ilma De Sabrini).

JAKARTA,iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Merry Purba. KPK juga sudah menetapkan Merry sebagai tersangka menerima hadiah atau janji oleh hakim PN Medan secara bersama-sama terkait putusan perkara diserahkan kepadanya untuk diadili.

Dalam kasus tersebut selain Merry, KPK juga menetapkan tiga tersangka, yaitu panitera pengganti PN Medan Helpandi (H) Tamin Sukardi (TS) dari swasta, dan Hadi Setiawan (HS) dari swasta atau orang kepercayaan Tasmin.

"Beberapa hari di sini, saya dapat pencerahan. Terus terang saya merasa dikorbankan dalam perkara ini, sebelumnya saya mohon maaf kepada Ketua MA mungkin saya sudah dipecat," kata Merry, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Dia menuturkan, bukan salah satu yang termasuk terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Menurutnya, OTT yang dilakukan beberapa waktu lalu kepada panitera pengganti Helpandi.

"Kepada seluruh masyarakat Indonesia, saya juga mohon maaf karena peristiwa ini sudah disaksikan dan mungkin seluruh Indonesia. Kerabat saya sudah tahu semua, mengatakan bahwa ini OTT tetapi saya tegaskan saya itu tidak OTT," ucapnya.

Pada kesempatan itu dia juga menyangkal atas temuan uang oleh KPK di meja ruang kerjanya. Bahkan dia meminta KPK untuk memutar rekaman CCTV karena dirinya mengaku tidak mengetahui seputar uang tersebut.

"Kalau pun ada keberadaan uang di meja saya, kata mereka ya, saya tidak tahu. Meja saya itu selalu terbuka dan tidak pernah tertutup dan saya tidak pernah menerima apa pun. Kalau memang mau jujur saya mohon kepada penyidik KPK dengan segala kerendahan hati saya, tolong diselidiki CCTV siapa yang masuk ke ruangan saya," ujarnya.

Sementara itu, juru bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan, Mery diperiksa untuk tersangka Helpandi. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai sebagai saksi," tutur Febri.

Editor : Kurnia Illahi