Merger KAI-INKA Ditargetkan Rampung sebelum Januari 2027
INKA Rugi Rp677 Miliar, Utang Rp4,7 Triliun
Dony mengungkapkan INKA masih menghadapi persoalan keuangan. Perusahaan tercatat mengalami kerugian sekitar Rp677 miliar dengan kewajiban utang mencapai Rp4,7 triliun.
Menurut dia, penggabungan dengan KAI diharapkan membantu INKA tetap produktif sekaligus mengurangi tekanan dari beban keuangan perusahaan.
“Jadi INKA itu juga punya problem keuangan. Karena itu, kita harus benahi. Supaya nanti INKA ke depan bisa menjadi industri transportasi publik kita,” kata Dony
Pemerintah saat ini juga tengah memperkuat jaringan transportasi kereta api nasional. Kondisi tersebut membuat INKA didorong meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan rangkaian kereta sesuai roadmap pengembangan infrastruktur perkeretaapian nasional.
“Karena transformasi transportasi publik kita itu lebih banyak di kereta api, makanya kita dorong transformasi INKA lebih baik. Saat ini kapasitas mereka (INKA) belum cukup untuk itu (terima order),” kata Dony.
Dony menambahkan, perbaikan INKA akan mencakup peningkatan kapasitas serta penanaman modal. Langkah tersebut juga ditujukan untuk mengatasi persoalan finansial yang masih dihadapi perusahaan.
“Nanti (INKA) kita lakukan improvement disitu, termasuk penanaman modal di situ. Karena kan mereka sebetulnya punya financial problem juga disitu. Oleh sebab itu kita benahi, supaya INKA bisa mendukung transformasi transportasi publik kita,” pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin