Moeldoko: Pembangunan Infrastruktur Jokowi untuk Jangka Panjang
JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta masyarakat jangan melihat pembangunan infrastruktur yang saat ini gencar dilakukan Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla hanya hiasan belaka. Namun, harus melihat sebagai rencana jangka panjang bagi Indonesia.
Hal itu disampaikan dia menanggapi kritikan sebagian pihak yang menyebut pembangunan infrastruktur Jokowi gagal. Hal itu terlihat dari sepinya pengguna kereta Light Rapid Transit (LRT) di Palembang, Sumetera Selatan dan jalan tol trans Jawa.
"Kita itu membuat sebuah rencana untuk jangka panjang. Jangan melihatnya hanya sekarang. Itu sebuah pemikiran tidak visioner. Jadi kita lihat kepentingan masa depan, dengan pertimbangkan populasi, tingkat pendidikan masyarakat, tingkat masyarakat menengah ke atas yang semakin banyak," kata Moeldoko di Kantor Staff Presiden, Jakarta. Selasa (12/2/2019).
Jika masyarakat melihat sebuah infrastruktur merupakan hal tak penting, menurut dia, maka yang keluar dari opini tersebut merupakan rencana bangun tidur.
"Contoh, membangun sebuah pelabuhan, ah butuhnya sekarang. Akhirnya setelah 30 tahun ke depan baru kebingungan. Ini cermin kita lebih RBT gitu ya. Saya sering bercanda itu, Rencana Bangun Tidur (RBT)," ujar Moeldoko.
Terkait hal itu, dia mengharapakan, pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan Pemerintahan Jokowi tidak dilihat hanya untuk saat ini. Melainkan, untuk jangka panjang penerus bangsa Indonesia.
Dia juga meminta para kepala daerah menjaga apa yang sudah dibangun dan dapat mensosialisasikan kepada warga akan kebaikan infrastruktur pada masa yang akan datang.
"Tapi kan bisa dilihat setelah kesadaran masyarakat untuk gunakan berikutnya, ada efisiensi. Maka perlunya Pemda berikan sosialisasi sehingga infrastruktur yang ada bisa termanfaatkan dengan baik. Saat PON dibangun infrastruktur, setelah itu tidak terjaga. Ini harus ada semangat pimpinan daerah," kata Moeldoko.
Editor: Djibril Muhammad