Periksa Wagub Lampung, KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang kepada Bupati Lampung Tengah

Aditya Pratama ยท Rabu, 13 November 2019 - 23:30 WIB
Periksa Wagub Lampung, KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang kepada Bupati Lampung Tengah

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim. Dia diperiksa terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018 dengan tersangka Mustafa (MUS).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, Chusnunia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. "Penyidik KPK mendalami pengetahuan saksi terkait dugaan pemberian uang untuk rencana pencalonan tersangka MUS sebagai bakal calon gubernur Lampung tahun 2018," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/11/2019).

BACA JUGA:

KPK Periksa Ketua Pemuda Nasdem Terkait Kasus Lampung Tengah

Kasus Suap di Lampung Tengah, KPK Panggil 2 Pengurus Partai NasDem

Gratifikasi Bupati Mustafa, KPK Periksa 10 Anggota DPRD Lampung Tengah

Febri mengatakan, penyidik KPK menduga sumber uang yang didapat MUS berasal dari rekanan yang berada di Lampung Tengah. "Diduga sumber uang adalah dari pihak rekanan di Lampung Tengah," katanya.

KPK menduga Mustafa menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10-20 persen dari nilai proyek. Total, Mustafa diduga telah menerima suap dan gratifikasi sekitar Rp95 miliar dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018.

Sebagian uang Rp95 miliar tersebut diduga berasal dari Budi Winarto dan Simon Susilo. Kedua pengusaha itu disinyalir menyuap Mustafa untuk mendapatkan proyek di lingkungan Lampung Tengah. Proyek yang akan digarap berasal dari dana pinjaman daerah tahun anggaran 2018.

KPK telah menetapkan Budi Winarto dan Simon Susilo sebagai tersangka pemberi suap kepada Mustafa. ‎Selain Mustafa, KPK telah menetapkan empat anggota DPRD Lampung Tengah dalam perkara ini.

KPK telah menetapkan Ketua DPRD Lampung Tengah, Achmad Junaidi S (AJ) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pinjaman daerah Lampung Tengah tahun anggaran 2018. KPK juga menetapkan tiga anggota DPRD Lampung Tengah sebagai tersangka yakni, Bunyana (BUN), Raden Zugiri, dan Zainudin.

Keempat anggota DPRD Lampung Tengah itu diduga telah menerima suap terkait persetujuan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Lampung Tengah. Keempatnya diduga menerima suap terkait pengesahan APBD-P Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017 dan APB‎D tahun 2018.


Editor : Djibril Muhammad