Peringati Hari Kesehatan Mental Dunia, HIMPSI Jaya Usung Tema Solidaritas Sosial

Rizqa Leony Putri ยท Jumat, 15 Oktober 2021 - 09:36:00 WIB
Peringati Hari Kesehatan Mental Dunia, HIMPSI Jaya Usung Tema Solidaritas Sosial
Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 2021, HIMPSI Jaya mengusung tema Solidaritas Sosial dalam Khebinekaan: Ekspresi Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia'. (Foto: HIMPSI Jaya)

JAKARTA, iNews.id - Polarisasi atau kesenjangan sosial yang semakin melebar akhir-akhir ini di masyarakat dunia mendapat perhatian khusus dari World Federation of Mental Health. Perhatian tersebut diwujudkan dalam pilihan tema Hari Kesehatan Mental Dunia, yaitu 'Kesehatan Mental dalam Dunia yang Tidak Setara' (Mental Health in an Unequal World).

Terlebih, pandemi Covid-19 menambah tekanan tersendiri karena kehidupan sosial menjadi terbatas dan berpotensi mengakibatkan rasa kesepian, keterasingan bahkan depresi dan gangguan mental lainnya. Peran solidaritas sosial menjadi penting untuk meningkatkan kesehatan mental masyarakat termasuk masyarakat Indonesia.

Dengan adanya solidaritas sosial, maka kesenjangan sosial dapat dipersempit dan potensi gangguan kesehatan mental dapat diminimalisir. Dalam konteks Indonesia, perlu digarisbawahi bahwa solidaritas sosial tersebut harus diselenggarakan dalam bingkai kebhinekaan sebagai karakteristik masyarakat Indonesia.

Demi memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 2021 yang jatuh pada 10 Oktober 2021, HIMPSI Jaya memilih tema 'Solidaritas Sosial dalam Khebinekaan: Ekspresi Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia'. Tema tersebut menjadi payung besar beragam kegiatan untuk memperingati Hari Kesehatan Mental.

Termasuk di dalamnya sosialisasi dan edukasi tema melalui media sosial, penghargaan kepada komunitas terpuji yang giat melakukan solidaritas sosial, pelayanan psikologi gratis untuk berbagai kalangan. Khususnya yang termarjinalkan, diwujudkan dalam bentuk bakti sosial di beberapa lokasi.

Bakti sosial pertama dilakukan di Panti Rehabilitasi Mental (ODGJ) Al Fajar Berseri pada 19 September 2021. Kemudian, yang kedua dilakukan di Panti Werdha PNIEL pada 24 September 2021. Lalu, yang ketiga dilakukan di Panti Rehabilitasi Mental (ODGJ) Jamrud Biru pada 25 September 2021.

Pihaknya juga mengunjungi Rumah Sahabat Anak Puspita dan membagikan buku Sahabat Anak yang disusun oleh Muhammad Chalid, pada 5 Oktober 2021. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Wali Kota Jakarta Timur M Anwar.

HIMPSI JAYA pun melakukan psikoedukasi, memberikan bingkisan, memberikan hiburan, serta melakukan aktivitas bersama penghuni panti. Hal yang sama juga dilakukan mereka di ketiga panti lainnya.

Kemudian, kegiatan bersama Lembaga Pemasyarakatan dilakukan pada tanggal 5 dan 7 Oktober 2021 di Jakarta. Himpsi Jaya mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II, serta melakukan kegiatan pendampingan korban terorisme dengan cara mengajak adik-adik AnDik (WBP anak).

Terdapat pula telekonseling yang berlangsung pada 1-31 oktober 2021 dan sudah mencapai angka 1000 orang yang mendaftar, serta Edukasi Kesehatan Mental kepada masyarakat melalui media sosial (Instagram dan Facebook) melalui lomba Bentangan 1000 Poster yang berlangsung pada 17-23 Oktober 2021.

Kegiatan Kurasi dan Penghargaan terhadap Komunitas Pelaku Solidaritas Sosial juga dilakukan dengan kriteria kegotongroyongan, berbasis kerelawanan, memiliki sasaran kegiatan yang inklusif, independen (tidak mewakili kepentingan politik atau perusahaan), mengupayakan solusi praktis sesuai kebutuhan, serta sudah dilaksanakan berulang kali dan memiliki dokumentasi kegiatan.

Akhirnya, terpilihlah Harmoni Warna Indonesia, SeMut IJOers, #SaveJanda, GENG Indonesia, Bintang Ungu, dan Mahina Sanusa sebagai komunitas terpuji. Dalam rangkaian acara Festival Solidaritas Sosial ini diselenggarakan pula Pelatihan Psychological First Aid (Dukungan Psikologis Awal) bagi masyarakat agar dapat menolong dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya yang memiliki permasalahan psikologis.

Terdapat tiga webinar yang diselenggarakan oleh HIMPSI Jaya, yaitu yang berlangsung  pada 6, 9, dan 16 Oktober 2021. Adapun webinar yang berjudul 'Menata Hati Caregiver' telah diselenggarakan pada 6 Oktober 2021.

Saat itu, psikolog Dharmayati Utoyo Lubis menyampaikan bahwa siapa saja dapat menjadi caregiver, karena ini bukan tentang hanya merawat orang yang sudah tua, tetapi suami, istri, bahkan anak. Meski begitu, sekitar 70 persen caregiver rentan memiliki penyakit yang berbahaya karena lupa memberi perhatian terhadap diri sendiri.

Oleh karena itu, penting untuk menata hati caregiver agar tetap sehat secara fisik maupun psikis. Salah satu caranya dengan berkomunikasi, 'me time' ketika menyadari bahwa diri sudah lelah atau bahkan mengalami burn out, dan mencari support system dan juga memberikan perkataan positif kepada diri sendiri bahwa sudah berhasil menjadi caregiver.

Pada 9 Oktober 2021, juga berlangsung webinar bertajuk 'Solidaritas Sosial dalam Kebhinekaan; Ekspresi Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia'. Pada kesempatan itu, Eko Aditya Meinarno menyampaikan bahwa wujud tingkah laku solidaritas sosial adalah gotong royong.

Kedermawanan, lanjutnya, tidak secara tiba-tiba muncul tetapi didasari oleh latihan sosial yang membuat kita jadi membantu orang lain. Namun, tantangan saat ini adalah kedermawanan hanya untuk kelompok sendiri dan bukan untuk sesama manusia secara keseluruhan. Menurutnya, masih ada pemisah antara 'Kami dan Kita' yang menjadi tugas kita bersama untuk meleburkan menjadi kekitaan.

Alisa Wahid mengatakan perlunya memperkuat nilai toleransi dengan mengakui adanya perbedaan dan bisa menerima itu. Alisa juga menekankan bahwa kematangan diri menjadi syarat utama mengatasi adanya kebhinekaan.

Sementara itu, Denny JA menyampaikan kutipan dari Ibrahim Hooper bahwa tindakan nyata menjadi lebih penting dari sekedar kata-kata dan lebih memberikan solusi. Saat ini, menurutnya, situasi pandemi mempengaruhi kesehatan mental seseorang karena menimbulkan rasa terisolasi, kesepian, dan tekanan ekonomi, perlu juga dipertimbangkan adanya menteri urusan kesepian, untuk menjaga kesehatan mental masyarakat.

Sebagai puncak acara Festival Solidaritas Sosial pada 10 Oktober 2021 dilaksanakan secara hybrid. Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras yang mewakili Menteri Sosial Tri Rismaharini, menyampaikan bahwa pemerintah bersama masyarakat perlu bekerja bersama meningkatkan rasa solidaritas sosial bagi sesama.

Lebih lanjut, pada 16 Oktober 2021 mendatang, akan ada TALK SHOW mengenai 'Manfaat PPKM terhadap Kesehatan Mental'. Dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba edukasi Bentangan 1000 Poster di Instagram @himpsijakartaraya dan Facebook Himpsi Jakarta Raya pada 31 Oktober 2021.

Kegiatan-kegiatan tersebut, oleh HIMPSI Jaya dilakukan sebagai bentuk sumbangsih terhadap kesehatan mental dunia. Mengusung tema solidaritas sosial, pihaknya berharap masyarakat memiliki rasa kebersamaan dengan cara berbuat kebaikan pada sesama, merasa bermanfaat, dapat membahagiakan orang lain serta tehindar dari perasaan depresi, sedih, kesepian, bosan, dan lelah.

Dengan solidaritas sosial, kita dapat menjaga kesehatan mental masyarakat Indonesia. Marilah kobarkan rasa gotong goyong dan guyub sebagai budaya masyarakat Indonesia.

Together We Win!

(CM)

Editor : Rizqa Leony Putri

Bagikan Artikel: