Politikus PDIP I Nyoman Dhamantra Divonis 7 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut

Antara ยท Rabu, 06 Mei 2020 - 18:41 WIB
Politikus PDIP I Nyoman Dhamantra Divonis 7 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut

Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan I Nyoman Dhamantra. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 7 tahun penjara kepada mantan anggota DPR Komisi VI periode 2014-2019 I Nyoman Dhamantra. Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu juga didenda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri menilai I Nyoman Dhamantra terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah karena menerima uang suap Rp2 miliar dari yang dijanjikan Rp3,5 miliar. Suap dari pengusaha itu karena Dhamantra membantu pengurusan kuota impor bawang putih.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa berupa pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda sebesar Rp500 juta dengan ketentuan bila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," katanya di Pengadilan Tindak Pidaan Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Persidangan dilangsungkan dengan cara "video conference". Majelis hakim berada di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) KPK berada di gedung Merah Putih KPK sementara penasihat hukum dan terdakwa I Nyoman Dhamantra juga berada di ruangan lain gedung KPK.

Vonis tersebut berdasarkan dakwaan pertama dari Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU No. 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Putusan itu juga lebih rendah dibanding tuntutan JPU KPK yang meminta Dhamantra dihukum 10 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Meski begitu, majelis hakim mengabulkan permintaan JPU KPK untuk mencabut hak politik Dhamantra selama 4 tahun.

"Menjatuhkan hukuman tambahan kepada terdakwa I Nyoman Dhamantra berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya," ujar hakim Saifuddin.

Dalam perkara ini Dhamantra dinilai terbukti menerima hadiah uang senilai Rp2 miliar dari total janji seluruhnya Rp3,5 miliar yang diberikan pengusaha Chandra Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi dan Zulfikar. Suap itu agar Nyoman membantu pengurusan surat persetujuan impor (SPI) bawang putih di Kementerian Perdagangan dan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) pada Kementerian Pertanian untuk kepentingan Chandra Suanda alias Afung.

Editor : Djibril Muhammad