Polri Canangkan Dai Kamtibmas, Gandeng Ulama Jaga Keamanan hingga Tangkal Radikalisme
Melalui peran Dai Kamtibmas, pesan menjaga kerukunan dan keamanan diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
Menurutnya, tantangan sosial di tengah masyarakat semakin kompleks, mulai dari penyebaran berita bohong atau hoaks, radikalisme, penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga potensi konflik yang dapat memicu perpecahan.
Karena itu, para Dai Kamtibmas diharapkan dapat mengambil peran melalui pendekatan persuasif dan edukatif. Mereka juga diminta menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan serta mengedepankan nilai Islam rahmatan lil alamin.
"Jadilah penyejuk di tengah umat, benteng dalam menangkal radikalisme, narkotika, judi online, dan kenakalan remaja. Jadilah jembatan komunikasi atau cooling system ketika terjadi konflik di masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malang Soleh Arifin menekankan Dai Kamtibmas memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar menyampaikan dakwah. Mereka juga diharapkan menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keharmonisan dan ketenteraman masyarakat.
Soleh menegaskan ulama dan umara tidak dapat dipisahkan dalam menjaga kehidupan masyarakat. Menurutnya, diperlukan kerja sama dan komunikasi yang baik antara keduanya agar tercipta lingkungan yang aman, rukun, dan kondusif.
"Ulama dan umara itu memang tidak bisa dipisahkan. Rasulullah SAW juga sangat menekankan agar ada kerja sama dan komunikasi yang baik antara ulama dan umara," ujar Soleh.
Editor: Rizky Agustian