Polri Libatkan Ansor untuk Pengamanan Gereja.

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 21 Desember 2017 - 14:04:00 WIB
Polri Libatkan Ansor untuk Pengamanan Gereja.
Petugas mengamankan misa Natal di Gereja Immanuel, Jakarta. Polri akan melibatkan GP Ansor untuk pengamanan gereja selama Natal 2017. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id – Polri meningkatkan kesiagaan jelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Melalui Operasi Lilin, Polri menggandeng TNI, pemerintah daerah (pemda), serta berbagai pihak lain untuk menciptakan rasa aman dan nyaman pada masyarakat.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan, Polri telah mengerahkan ribuan personel di seluruh jajaran untuk mengamankan perayaan Natal. Pengamanan antara lain difokuskan pada gereja dan objek vital lainnya, terutama untuk mengantisipasi serangan teror.

"Ini sudah kita lakukan pengamanan di seluruh tempat ibadah (gereja) di Indonesia, guna menghindari ancaman dari pelaku terorisme," kata Tito saat memimpin apel Operasi Lilin 2017 di Lapangan Monas, Jakarta (21/12/2017).

Dalam pengamanan ini Polri juga melibatkan berbagai unsur terkait, seperti TNI, pemda, dan anggota masyarakat. Dari unsur anggota masyarakat, yang dilibatkan antara lain GP Ansor, organiasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU). "Kita libatkan Ansor NU untuk ikut pengamanan gereja," kata Tito.

Seperti diberitakan, Polri melaksanakan Operasi Lilin 2017 dari 22 Desember 2017 - 2 Januari 2018 yang akan berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Operasi akan melibatkan petugas gabungan yang terdiri atas 100.000 personel dari Polri, 80.000 dari TNI, dan 60.000 instansi terkait yang ikut terlibat.

Polri fokus pada lima hal selama perayaan Natal dan Tahun Baru, yakni kewaspadaan terhadap ancaman terorisme, aksi sweeping, arus mudik dan balik, cipta kondisi, dan operasi  kemanusiaan. Meskipun belum terdeteksi adanya aksi terorisme, Tito menengarai ancaman itu selalu ada. Kelompok teroris biasanya melakukan gerakan secara tertutup dan bergerak sendiri-sendiri.

Pesan Panglima TNI

Sementara itu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan, pengamanan Natal dan Tahun Baru merupakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan negara kepada TNI dan Polri. Tugas ini tidak mudah karena mempertaruhkan citra profesionalisme TNI dan Polri.

Menurut Hadi, dalam pelaksanaannya diperlukan pengerahan dan kesiapan personel peralatan dan kemampuan yang maksimal. "Untuk itu saya berharap seluruh personel dan perlengkapan yg disiapkan telah benar-benar dalam kondisi siap operasional dan masing-masing personel memahami dan menyelesaikan tugas dan fungsinya sesuai standar operasional yang berlaku," kata Hadi yang juga menjadi inspektur upacara apel Operasi Lilin 2017.
 
Hadi menekankan kepada prajurit TNI dan anggota Polri untuk tampil smart, profesional, dan menunjukkan sikap hormat serta simpati kepada masyarakat dalam menjalankan tugas. "Dengan demikian setiap prajurit TNI dan anggota Polri harus bertindak tegas, cepat, dan terukur terhadap kecenderungan tindakan anarkis yg dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu," kata dia.

Mantan KSAU ini juga meminta agar prajurit TNI dan anggota Polri menjaga sikap dan komitmen untuk selalu berdiri tegak di atas semua golongan, menanggalkan kepentingan pribadi dan kelompok untuk mewujudkan perdamaian di masyarakat.  

"Seluruh prajurit juga harus menanamkan semangat untuk bersama menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia berdasarkan UUD 1945. Jaga Keamanan personel dan perlengkapan selama bertugas," katanya.


Editor : Zen Teguh