Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Eks Wakil Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, Persoalkan Penyitaan oleh KPK
Advertisement . Scroll to see content

PP Muhammadiyah Berharap Presiden Jokowi Tak Loloskan Capim Bermasalah

Rabu, 28 Agustus 2019 - 19:18:00 WIB
PP Muhammadiyah Berharap Presiden Jokowi Tak Loloskan Capim Bermasalah
Konferensi pers Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah di Aula KH Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019). (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pusat Pimpinan (PP) Muhammadiyah turut angkat bicara terkait hasil seleksi calon pemimpin (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam besar Indonesia itu berharap pesan mereka dapat didengar oleh Presiden Jokowi.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum HAM, M Busyro Muqoddas, meminta kepada Presiden Jokowi untuk dapat mengambil sikap tegas. “Tidak menetapkan lolosnya calon pimpinan KPK yang bermasalah,” katanya dalam konferensi pers di Aula KH Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

Menurut dia ada calon-calon yang punya catatan buruk dan pernah bermasalah. Namun, Buysro tidak menyebutkan secara perinci nama capim tersebut. PP Muhammadiyah meminta bertemu Presiden Jokowi sesegera mungkin sebelum 10 nama capim diserahkan oleh paniti seleksi (pansel) ke presiden.

Busyro menilai ada upaya pelemahan KPK dalam seleksi capim lembaga antirasuah itu. “Kami sebagai pimpinan yang pernah memimpin KPK, serta tokoh masyarakat yang terlibat dalam berbagai aktivitas KPK, merasakan bagaimana berbagai upaya untuk menghancurkan, melemahkan bahkan melumpuhkan KPK hadir,” katanya.

Hingga saat ini, Pansel Capim KPK yang diketuai Yeni Garnasih telah meluluskan 20 nama kandidat dalam tahap seleksi profile assessment. Sejumlah nama capim yang lolos tersebut menuai kritikan dari sejumlah pihak lantaran dianggap melanggar kode etik dan dinilai memiliki konflik kepentingan dengan sejumlah pihak.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut