Prada Indra Tewas Dianiaya Senior, Organ Limpa Rusak akibat Benda Tumpul

riana rizkia ยท Kamis, 08 Desember 2022 - 14:14:00 WIB
Prada Indra Tewas Dianiaya Senior, Organ Limpa Rusak akibat Benda Tumpul
Prajurit Dua (Prada) TNI AU Muhammad Indra Wijaya tewas saat bertugas di Makoopsud III Biak, Papua pada Sabtu (19/11/2022) karena dianiaya senior. (Foto : Twitter)

JAKARTA, iNews.id - TNI AU mengungkap penyebab kematian Prajurit Dua (Prada) Muhammad Indra Wijaya saat bertugas di Makoopsud III Biak, Papua pada Sabtu (19/11/2022). Prada Indra meninggal dalam kondisi organ tubuh limpa rusak akibat dianiaya seniornya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispen AU) Marsekal Pertama Indan Gilang Buldansyah menegaskan nyawa Prada Indra melayang akibat kekerasan. Indan menjelaskan organ limpa Prada Indra rusak karena kekerasan akibat benda tumpul. 

"Berdasarkan hasil autopsi, meninggalnya Prada Indra Wijaya disebabkan oleh kekerasan (benda) tumpul pada perut yang menyebabkan kerusakan pada organ limpa," kata Indan, Minggu (4/12/2022). 

Sebelumnya, kakak perempuan Prada Indra, Rika Wijaya mengatakan keluarga memang meminta autopsi pada Minggu 20 November 2022. Hal itu, kata Rika dilakukan berdasarkan kecurigaan keluarga. 

"Maka dari polsek langsung dibawa menuju Rumah Sakit Kabupaten Tangerang dan dilakukan autopsi pada hari Minggu 20 November 2022 sekiranya pukul 03.50 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB," kata Rika, Rabu (23/11/2022).

Indan menjelaskan, hasil autopsi itu sudah disampaikan secara verbal dari dokter forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang kepada penyidik, pihak keluarga, dan pengacara keluarga pada tanggal 28 November 2022. Atau sepekan setelah jenazah Prada Indra diputuskan menjalani autopsi. 

Lalu, kata Indan, RSUD Tangerang menyerahkan dokumen resmi hasil autopsi tersebut kepada pihak keluarga yang ditemani pengacara dan Komandan Polisi Militer (Danpom) Koopsud III secara resmi pada Kamis, 1 Desember 2022.

"Hasil visum yang diterima Pom Koopsud III selanjutnya akan dijadikan materi penyidikan," kata Indan.

Sementara keempat pelaku penganiayaan telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Mereka yaitu Prada SL, Prada MS, Pratu DD, dan Pratu BG.

"Prada SL, Prada MS, Pratu DD, dan Pratu BG sudah status tersangka. Sudah masuk dalam penahanan sementara tingkat pertama selama 20 hari untuk penyidikan," kata Indan.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:





Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda