Profil Harun Masiku, Caleg PDIP di Pusaran Suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Felldy Utama ยท Kamis, 09 Januari 2020 - 20:48 WIB
Profil Harun Masiku, Caleg PDIP di Pusaran Suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (tengah) bersama Ketua KPU Arief Budiman dan Jubir KPK Ali Fikri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/1/2020).

JAKARTA, iNews.id – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wahyu diduga menerima suap terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota legislatif PDIP Harun Masiku di DPR.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menuturkan, Wahyu Setiawan terjerat dalam operasi tangkap tangan petugas KPK pada Rabu (8/1/2020). KPK semula mendapatkan informasi adanya transaksi dugaan permintaan uang oleh Wahyu pada Agustiani Tio Fridelina (ATF), aantan Anggota Badan Pengawas Pemilu yang merupakan orang kepercayaannya.

”KPK kemudian mengamankan WSE (Wahyu Setiawan) dan RTO (Rahmat Tonidaya), asisten WSE,” kata Lili dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

BACA JUGA: KPK Tetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Tersangka Suap PAW Caleg PDIP

Lili menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikan, Wahyu diduga meminta uang Rp900 juta untuk membantu penetapan politikus PDIP Harun Masiku sebagai pengganti antarwaktu untuk calon legislatif terpilih Nazarudin Kiemas menjadi anggota DPR asal Dapil Sumatera Selatan.

Pada saat transaksi pada Desember 2019, uang suap Rp450 juta diberikan Harun melalui orang Agustiani.

Siapa Harun Masiku?

Politikus PDIP ini merupakan caleg DPR daerah pemilihan Sumatera Selatan I pada Pemilu 2019. Dia berada satu dapil dengan adik almarhum Taufiq Kiemas, yakni Nazarudin Kiemas.

Sebelum pemungutan suara digelar, persisnya pada 26 Maret 2019, Nazarudin meninggal dunia. Kendati demikian, dia dipastikan lolos sebagai anggota DPR karena meraup suara terbanyak.

Di dapil ini, Harun hanya menempati urutan 5 perolehan suara. Namun DPP PDIP menginginkan Harun menggantikan Nazarudin. Diduga terjadi lobi-lobi ke KPU.

Jauh sebelum bergabung dengan PDIP, Harun ternyata kader Partai Demokrat. Pada Pemilu 2014, dia menjadi caleg DPR dari Dapil Sulawesi Selatan III.

Kendati telah ditetapkan tersangka, Harun belum tertangkap. KPK meminta agar pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Warwick, Inggris, ini untuk menyerahkan diri.

”KPK meminta tersangka HAR (Harun Masiku) segera menyerahkan diri ke KPK dan pada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap koperatif,” ucap Lili.

Berikut profil singkat Harun Masiku:

Lahir: 21 Maret 1971
Status: Caleg PDIP di Pemilu 2019

Pendidikan:
SDN 1 Watampone. 
1983-1986 SMPN 2 Watampone
1986-1989 SMAN 1 Barru.
1989-1994 Universitas Hasanuddin.
1998-1999 Universitas Warwick, Inggris.

Penghargaan:
1998 British Chevening Award.

Organisasi:
- Anggota Perhimpunan Advokat Indonesia.

Partai:
- Partai Demokrat (Pemilu 2014)
- PDIP (Pemilu 2019)


Editor : Zen Teguh